Usai Bertransaksi, ‘Pemain’ Narkoba Lintas Provinsi Dibekuk

foto/dhia.

Lubuklinggau- Usai melakukan transaksi, Risa Sartrawan (39), bandar sekaligus kurir narkoba lintas provinsi ini dibekuk anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau.

Tersangka ditangkap di sebuah pom bensin yang berada di Jalan Garuda, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sabtu (15/1) sekitar pukul 19.00.

Berita Sejenis
1 daripada 73

Selain tersangka, dari tangganya turut juga diamankan dua unit ponsel, sepaket narkoba jenis sabu dengan berat 12,5 gram, 12 butir pil ekstasi dan satu unit kendaraan roda empat dengan nopop BD 1455 PZ.

Saat ditemui di gedung BNN Kota Lubuklinggau, Kamis (18/1) petang. Pria yang tinggal di Jalan Manau IX, Kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu ini mengakui perbuatannya.

Ia mengatakan, sengaja datang ke Kota Lubuklinggau untuk membeli narkoba, dikarenakan stok barang haram di wilayah Bengkulu sedang kosong.

“Selama ini dapat barang dari KR, seorang narapidana Lapas Bengkulu yang sudah dipindahkan ke Nusa Kambangan. Karena stok kosong akhirnya cari ke Linggau karena harganya lebih murah,” ungkapnya.

Risa juga mengaku sabu seberat 12, 5 gram dan 12 butir ekstasi itu, ia beli seharga Rp20 juta. Apabila terjual semua dirintmya akan mendapat keuntungan sebesar Rp1,5 juta. “Baru pertama kalinya Pak,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Edy Nugroho didamping Kasi Pemberantasan AKP Sukiman mengatakan, ditangkapnya RS bermula ketika mendapat informasi pengaduan masyarakat.

“Informasinya dia akan melintas  menggunakan mobil Avanza warna hitam bersama dengan temannya dan membawa narkoba. Kemudian anggota langsung melakukan penyelidikan dan menemukan mobil yang dicurigai sedang mengisi BBM di SPBU Lubuk Tanjung,” ungkapnya.

Kemudian anggota dilapangan langsung melakukan penangkapan tanpa adanya perlawanan. Usai diamankan bersama barang buktinya Risa langsung dibawa ke kantor BNN untuk pengembangan lebih lanjut.

“Saat diinterogasi Risa mengaku sabu dan ekstasi tersebut di perolehnya dari seseorang berinisial AJ sekarang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” katanya.

Dia juga mengaku sabu yang dibelinya dari Lubuklinggau tersebut akan diedarkan di wilayah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Untuk itu kedepan pihaknya akan lebih intens melakukan razia dan pengawasan jalur lintas tersebut.

“Kemudian untuk pasal yang akan dikenakan 114 KUHP dan 112 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara,” katanya. Korankito.com/dhia/depe.

AN