KPAI Palembang Minta Polisi Kembangkan Kasus Penjualan Anak

foto/cr2.

Palembang- Adanya kasus penjualan anak yang dilakukan oleh Fatimah selaku orangtua kandung AA. Membuat Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Palembang Ahmad Romy Afriansyah angkat bicara dan mengecam perbuatan tersebut.

Ia mengatakan, pihak kepolisian Polresta Palembang harus mengembangkan kasus itu. “Jadi kita baru terima laporan adanya ibu rumah tangga yang dirangkap karena menjual anaknya. Kita masih menunggu dan meminta kepolisian untuk melakukan pengembangan,” katanya.

Berita Sejenis

Hasil Tes Urine Fatimah Positif Narkoba

Fatimah Jual Anak Untuk Beli Sabu

1 daripada 2

Apalagi, lanjutnya, pembeli anak Fatimah bukan berasal dari Kota Palembang, melainkan tinggal di Serang, Banten. “Jangan sampai ada jaringan penjualan anak yang tidak terbongkar. Karena pembelinya bukan tinggal di Palembang,” tegas Romy.

Dirinya pun berharap, proses hukum terhadap Fatimah terus berlanjut hingga tahapan selanjutnya. “Meski baru menetapkan satu tersangka, tapi harus dikembangkan lagi. Untuk anaknya, kita berharap sudah dikembalikan ke orangtuanya, karena masih ada bapaknya,” tutur Romi.

Di sisi lain, toko masyarakat Februar Rahman meminta pihak kepolisian dan BNN baik Sumsel maupun Kota Palembang untuk mengusut tuntas pemasok narkoba bagi tersangka Fatimah, yang tega mejual anaknya untuk membeli narkoba jenis sabu.

“Inilah dampak yang luar biasa bagi pemakai narkoba. Sampai teganya menjual anak untuk beli sabu. Kita minta polisi atau pihak berwenang, agar mengusut  pemasok sabu Fatimah. Kita mengingat, Kader Perindo jangan bersentuhan dengan narkoba apapun jenisnya,” tutupnya. Korankito.com/depe.

AN