Kabur, Jambret Terkapar Didor Polisi

foto/cr3.

Palembang- Tersangka Jepri Kurniawan (19) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya oleh anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kemuning Palembang.

Sebab, tersangka mencoba kabur saat ditangkap di kosan pacarnya yang berada di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning Palembang, Rabu (17/1) sekitar pukul 03.00.

Berita Sejenis

Kakak-Beradik ‘Bonyok’ Diamuk Massa

Muhammad Ali Diciduk Polisi

1 daripada 36

Pemuda yang tinggal di Jalan Sukakarya, Kecamatan Sukarami ini diringkus lantaran terlibat aksi jambret terhadap Tiara Nisa (19) mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Palembang.

Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert P Sihombing mengatakan, penangkapan pelaku berawal ketika pihaknya menerima laporan dari korban dan dilakukan penyelidikan.

“Anggota kita berhasil menemui tempat persembunyiannya. Namun, ketika digerebek tersangka, melawan dan berupaya kabur sehingga kita terpaksa memberikan tindak tegas,” katanya.

Saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Sukarami, Rabu (17/1) siang. Robert menambahkan tersangka merupakan spesialis jambret dan telah beberapa kali beraksi di wilayah Kota Palembang.

“Salah satunya dilakukan di wilayah hukum Polsek Kemuning Palembang. Akan kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurang di atas lima tahun,” tambahnya didampingi Kanit Reskrim Ipda Arlan.

Untuk barang bukti, lanjut Kapolsek, diamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT dan ponsel merek Vivo. “Masih dalam pemeriksaan, pastinya akan kita kembangkan,” tuturnya.

Jepri mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, saat beraksi dirinya hanya bertugas membawa sepeda motor. “Tugas saya pilot, setiap beraksi saya selalu diajak teman untuk bawa motor,” cetusnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, perbuatan tersangka terjadi di Jalan Pelita, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning, Palembang, Selasa 12 Desember 2017, sekitar pukul 13.00.

Ketika itu, korban sedang mengendarai motor dan melintasi tempat kejadian perkara (TKP). Tersangka bersama temannya Herry Kurniawan alias Baron langsung merampas ponsel yang dipegang Nisa.

Melihat ponselnya sudah berpindah tangan, korban pun menjerit minta tolong sehingga mengundang perhatian warga sekitar dan melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang kabur dengan motornya.

Nahas dialami keduanya, saat memasuki Jalan Orde Baru, Kecamatan Kemuning, Palembang. Sepeda motor yang digunakan keduanya tergelincir sehingga Jepri dan Baron terjatuh dari motornya.

Baron berhasil ditangkap dan sempat diamuk massa sekitar lokasi penangkapan yang kesal dengan aksinya. Baron tewas setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Sementara Jepri berhasil meloloskan diri, lantaran ketika dikepung oleh warga tersangka mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis pisau yang dibawa saat beraksi. Korankito.com/cr3/depe.

AN