Baku Tembak, Begal Tewas di Tangan Polisi

foto/depe.

Palembang- Lantaran memberikan perlawanan dengan menembaki petugas. Hendra (31) spesialis begal yang sudah meresahkan warga Kota Palembang tewas tertembus peluru anggota Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Palembang. 

Pria yang tinggal di kawasan Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan IT II ini tertembak di bagian tubuhnya saat baku tembak yang terjadi di kawasan Kecamatan Gandus, Palembang, Rabu (17/1) sekitar pukul 17.00.

Berita Sejenis
1 daripada 71

Wakapolresta Palembang AKBP Prasetyo Purboyo menerangkan, penangkapan tersangka berawal ketika pihaknya menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku. “Kita tindak lanjuti dengan penyelidikan,” terangnya dalam pers rilis.

Ia menerangkan, setelah dinyatakan kebenaran pelaku. Pihaknya mencoba melakukan penangkapan, namun ternyata Hendra memberikan perlawanan dengan menembakkan petugas menggunakan senjata api rakitan (senpira) yang dibawanya.

“Tersangka sempat menembak anggota sebanyak dua kali. Kita balas dengan tembakan peringatan, namun tetap tidak diindahkan. Sehingga anggota terpaksa membalas tembakan kearah Hendra hingga mengenainya,” ucap Prasetyo.

Ia menerangkan, tersangka sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Namun, belum tiba di rumah sakit dia menghembuskan nafas terakhirnya. “Kita sempat memberikan pertolongan, tapi dalam perjalanan meninggal dunia,” katanya.

foto/depe.

Wakapolres menambahkan, dari lokasi kejadian pihaknya mengamankan satu pucuk senjata api rakitan (senpira), satu amunisi aktif, dua selongsong peluru dan senjata tajam (sajam) jenis pisau.

“Yang bersangkutan ini merupakan residivis, tahun 2014 sempat ditangkap oleh anggota kita atas kasus yang sama dan menjalani masa hukuman selama tiga tahun. Baru keluar di bulan Juni, dan kembali melancarkan aksinya,” ucap Prestyo.

Masih dikatakan Prasetyo, tersangka sudah berapa kali melancarkan aksinya. Terakhir beraksi 2 November 2017 di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II Palembang terhadap korban M Arsi Marzuki.

Ia menerangkan, ketika itu korban sedang berada di dalam angkutan kota (angkot) dan ditodong tersangka menggunakan sajam. Merasa takut, Arsi pun menyerahkan ponsel merk Samsung Galaxi Core kepada Hendra.

Seminggu sebelumnya, tepatnya 18 Oktober 2017 sekitar pukul 08.00, Hendra juga beraksi terhadap Andry Yansar di Jalan Ratu Sianom, Komplek Telkom, Kecamatan IT II Palembang. Dimana, tersangka minta diantarkan korban ketika ke suatu tempat.

Saat di perjalanan tersangka minta berhenti dan menyiram korban menggunakan air keras. Beruntung, Andry sempat mengelak, sehingga air raksa itu tidak mengenainya. Melihat hal itu, Hendra menodongkan sajam pisau kearah korban.

“Karena takut, korban lari menyelamatkan diri. Ketika itulah pelaku berhasil membawa kabur motor korban. Hasil penyelidikan kita, tersangka ini pemain tunggal. Kedepan kita terus berusaha menekan angka kriminal, khusunya begal,” tuturnya.

Sementara itu, Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang dr Mansuri mengatakan, setelah menerima penyerahan jenazah dari Polresta Palembang. Pihaknya langsung melakukan ronsen terhadap tubuh tersangka.

“Hasil pemeriksaan ada luka tembak di bagian dada sebelah kiri tembus ke belakang. Satu luka tembak, untuk proyektil kita tidak menemukannya,” tutupnya. Korankito.com/depe.

AN