Dua Spesialis Bobol Kantor Pemerintahan Ditembak

foto/cr2.

Palembang- Dua tersangka kasus pembobolan kantor pemerintahan yakni Muhammad Ilham (28) dan Antonio Andika (28) merasakan timah panas anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang.

Sebab, saat ditangkap di lokasi yang berbeda-beda, Ilham di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel dan Andika di rumah indekostnya, Senin (8/1) malam. Kedua tersangka berupaya kabur dari sergapan aparat kepolisian.

Berita Sejenis

Kepergok Mencuri, Malik Diamuk Massa

Residivis Kambuhan Diterjang Timah Panas

Kepergok Curi Ponsel, Andre Diamuk Massa

1 daripada 58

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua tersangka telah beberapa kali melakukan aksinya di kantor pemerintahan yang ada di Kota Palembang. Terakhir, menyatroni kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Palembang, Jum’at (5/1) sekitar pukul 05.00.

Dari lokasi kejadian, keduanya berhasil menggasak dua unit laptop berbagai merek, satu unit CD Room, uang tunai sebesar Rp7 juta, dua unit mouse dan satu kabel charge. Sehingga total kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara membenarkan pihaknya telah mengamankan dua orang tersangka. Berawal dari adanya laporan korban yang ditindaklanjuti oleh anggotanya dengan penyelidikan dan penangkapan.

“Kita amankan dua spesialis pembobol kantor pemerintahan, yakni berinisial M dan A. Keduanya terpaksa kita berikan tindakan tegas karena berupaya melawan serta kabur,” kata Kasat saat dimintai konfirmasi awak media, Selasa (9/1) sekitar pukul 15.00.

Hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka, lanjut Yon, mereka mengaku sudah empat kali beraksi dan semuanya dilakukan di kantor pemerintahan. “Mereka beraksi di kantor PU Perairan sebanyak dua kali, Dinsos Sumse dan terakhir di kantor PN Palembang,” jelasnya.

Selain mereka, pihaknya mengamankan satu buah obeng dan pahat yang merupakan alat kedua tersangka melancarkan aksinya. “Kita masih mengejar rekan mereka berinisial B yang masih buron, namun identitasnya sudah kita kantongi,” tuturnya.

Yon menjelsakan, modus operandi yang dilakukan para tersangka dengan cara mencongkel jendela kantor pemerintahan yang dijadikannya target. Setelah berhasil, keduanya masuk dan langsung mengambil sejumlah barang berharga yang ada di tempat kejadian.

“Mereka berdua sudah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan. Akan kita kembangkan, diduga masihb ada korban lainnya. Keduanya akan kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana kurungan di atas tujuh tahun penjara,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka Ilham mengakui telah membobol kantor PN Palembang.”Saat beraksi kami bertiga, saya, Antonio dan Bambang. Tapi Bambang berhasil melarikan diri ketika hendak ditangkap oleh petugas dan sekarang masih buron. Sudah empat kali beraksi,” katanya.

Ia menyebutkan, barang hasil curian sudah mereka jualkan kepada seseorang. “Uangnya kami bagi bertiga dan sudah habis untuk kebutuhan hidup,” ungkap bapak satu anak ini yang tinggal di Jalan Putri Rambut Selako, Kecamatan IB I Palembang.

Di sisi lain, Antonio mengaku dirinya hanya bertugas di luar melihat keadaan sekitar. “Saya hanya mengawasi saja Pak. Mereka (Ilham dan Bambang) yang beraksi. Terpaksa karena tidak ada pekerjaan yang layak,” pungkas pria yang tinggal di Kecamatan Sako Palembang. Korankito.com/cr2/depe.

AN