17 Tahun Jadi Istri Kedua, Nita Thalia Bantah Disebur Pelakor

Nita Thalia. Foto/dok

17 tahun berstatus sebagai istri kedua, Nita Thalia mengaku bahagia. Daripada menjadi istri simpanan atau pasangan siri, artis yang alami perubahan drastis karena operasi plastik itu, memilih menjadi istri kedua.
Berikut ungkapan kebahagiaan Nita Thalia menjadi istri kedua, dan hidup rukun dengan suami, istri pertama suami, juga anak-anaknya.

“Karena saya bukan istri simpanan, saya nggak nikah siri, saya nikah resmi, diketahui istri pertama, keluarga dan semua, jadi saya enjoy saja. Bahagia, yang pasti saya sama istri tua, sama anak-anak, semua akur, rukun, jadi menjalani hidup tenang. Daripada jadi istri simpanan, istri tua nggak tahu. Saya kurang setuju orang menyebut pelakor karena menurut saya, lo ceraian istri lo, lalu lo menikahi gue, itu baru merebut. Tapi kalau buat saya, cinta nggak harus memiliki. Saya hanya sekadar ikut mencintai, menyayangi, walau dia tidak milik saya sepenuhnya, gitu. Saya yang pasti sih sadar bahwa mungkin ini sudah jalan hidup saya, saya harus ikhlas, sabar, ini merupakan pembelajaran buat saya supaya jadi manusia yang lebih sabar lagi dan Alhamdulillah lulus setelah 17 tahun saya jalani, saya. Suami dan istri tua rukun-rukun saja. Kuncinya ada di diri kita masing-masing, kalau nggak sabar, ikhlas, pasti ribut,” ungkap Nita saat ditemui di Mampang, Jakarta Selatan, Senin (8/1).

Berita Sejenis
1 daripada 4.013

Keputusan Nita Thalia menjadi istri kedua tentu bukan pilihan mudah. Namun ia punya alasan kuat bersedia menjadi istri kedua, hingga rumah tangganya bertahan selama 17 tahun, tanpa kabar perceraian.

“Kenapa saya mau jadi istri kedua, karena saya melihat kejujuran dari suami saya waktu mau meminang saya, bahwa dia punya istri, punya dua anak laki-laki waktu itu anaknya masih dua, kalau kamu mau menjalani hidup, kondisi menjadi istri kedua, *Insya Allah* kita bisa kok, karena kuncinya ada pada diri kita, dan *Insya Allah* istri dia menerima, bilangnya begitu,” ujar Nita.

Bersedia menjadi istri kedua, Nita juga siap menanggung risikonya. Segala dampak dari keputusannya sudah ia rasakan, termasuk dicibir orang-orang juga penolakan dari keluarga sang suami.

“Kalau itu kan risiko ya, risiko memutuskan menjadi istri kedua, salah satunya gunjingan dari orang dan risiko sudah saya telan bulat-bulat. Saya nggak peduli omongan orang, bahkan sempat dulu keluarga suami tidak menerima saya. Tapi karena saya apa ya, semua itu luluh dengan kebaikan, Alhamdulillah keluarga suami sangat menghormati saya,” tandas Nita. O tri

AN