Gagal ‘Petik’ Motor, Dua Pengamen Dibui

foto/cr3.

Palembang – Maskuri alias Samsuri (44) warga Jalan Sakti Wiratama Kelurahan Srimulya, Kecamatan Kemuning dan Tagor Rujitno (39) warga Jalan Enggano, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, terpaksa harus meringkuk di balik jeruji besi.

Dua tersangka yang berprofesi sebagai pengamen ini ditangkap aparat reskrim Polsek Kemuning lantaran terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Berita Sejenis

Lima Bulan Buron, Udit Ditembak Polisi

Ingin Punya Vespa, Feri  Gondol Motor Teman

Angkut Curi Motor Bersama Pacar

1 daripada 35

Kapolsek Kemuning, AKP Robert P Sihombing mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan pada Selasa (2/1). Dimana saat itu, kedua tersangka melakukan aksi pencurian sepeda motor di kediaman Amirundin Djaya Cholid (56), yang berada di Jalan May Salim Batubara Lorong Hanan, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning.

Hanya saja, belum sempat membawa kabur sepeda motor curian tersebut, aksi tersangka terlebih dahulu dipergoki warga.

“Kedua tersangka ini sempat kabur namun salah satu tersangka, Maskuri berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek,” kata Robert saat dikonfirmasi, Rabu (3/1).

Setelah dilakukan introgasi dan pemeriksaan, kata Robert, pihaknya langsung bergerak cepat mengejar tersangka Tagor. Tak butuh waktu lama, Tagor pun akhirnya berhasil ditangkap dikediamannya.

“Kedua tersangka ini diduga sudah mengintai kediaman korban. Saat keadaan sepi, mereka langsung masuk perkarangan rumah korban dan berusaha mengambil sepeda motor yang sedang terparkir. Tapi aksi mereka diketahui,” tuturnya.

Robert menjelaskan, selain tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy BG 2687 ZF warna biru putih milik korban dan satu unit Yamaha Vega R warna Silver BG 3382 SR serta satu buah tas pinggang warna hitam yang berisi kunci Leter Y yang digunakan tersangka saat beraksi. Kita masih mengembangkan kasus keduanya,” tukasnya.

Sementara itu, tersangka Tagor diketahui merupakan resedivis kasus pembunuhan. Tagor pernah meringkuk di sel tahanan tahun 2010 silam.

“Pencurian itu spontan saja. Sudah kepepet. Kalau berhasil, rencananya mau dijual,” akunya. korankito.com/cr3/die

AN