Pegawai Mall Diperkosa Oknum Sopir Travel

-Modus pura-pura diantar pulang

foto/ist.

Palembang- Malang dirasakan oleh BN (22). Sebab, remaja yang indekost din Palembang ini harus kehilangan kegadisannya setelah diperkosa oknum sopir travel berini K (27) yang juga masih tetangga korban di daerah asalnya Lampung.

Pascakejadian itu, wanita yang bekerja di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Palembang ini mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (2/1) siang untuk melaporkan K yang diduga telah memperkosanya sebanyak dua kali.

Kepada petugas piket, korban mengatakan kejadiannya ketika terlapor menghubungi dirinya dan mengatakan ada titipan bahan sembako dari orangtuanya di kampung halaman. “Dia bilang ada titipan beras dan sembako dari orangtua saya,” katanya.

Kemudian terlapor mengajaknya bertemu dengan alasan memberikan barang kiriman dari orangtua korban. “Sempat saya tolak karena lagi kerja, tapi dia terus-terusan bujuk saya dengan alasan ingin memberikan barang itu, makanya kami ketemuan,” jelas BN.

Diduga telah merencanakan aksinya. Saat ketemuan, K menawarkan diri untuk mengantarkan korban pulang ke rumah indekostnya dengan berdalih barang bawaan BN terlalu banyak. Ia pun akhirnya terpaksa mengikuti kemauan terlapor.

Akan tetapi, dalam perjalanan korban mengalami mabuk kendaraan, sehingga terlapor membawa korban ke rumah temannya yang berada di kawasan Kecamatan Sukarami Palembang. “Awalnya mau mengantar pulang, tapi karena saya mabuk kendaraan dia bilang mau mampir dulu ke rumah temannya,” ujar BN.

Setibanya di lokasi kejadian, telapor meminta korban untuk turun dan masuk ke dalam rumah temannya. “Setelah masuk, dia langsung mengunci pintu dan menarik saya ke dalam kamar dan membuka pakaian saya secara paksa. Sempat memberontak, tapi tenaganya kuat. Jadi terjadila perbuatan itu,” tuturnya.

Usai melakukan perbuatan bejatnya, dirinya diantar K pulang ke rumah kostnya dan mengancam akan membunuh korban apabila menceritakan perbuatannya kepada siapa pun. “Dua kali Pak. Saya diancam dibunuh, kalau sampai cerita,” jelasnya terlihat sedikit shock.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Palembang Iptu Samsul mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Laporannya sudah kami terima dan masih proese pemeriksaan olah anggota Reskrim Polresta Palembang,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN