Kapolda: Sumsel Sudah Jadi Pasar Narkoba

foto/die.

Palembang – Peredaran narkoba di Sumatera Selatan (Sumsel) kian memprihatinkan. Bahkan, Sumsel sendiri saat ini disebut-sebut bukan lagi menjadi tempat perlintasan peredaran barang haram tersebut.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara juga membenarkannya. Kapolda menyatakan, jika sumsel sudah menjadi pasar gelap peredaran narkoba. “Memang seperti itu. Sumsel sudah menjadi pasar bagi pembisnis narkoba. Salah satu penyebabnya karena banyaknya warga Sumsel yang mengkonsumsi narkoba itu sendiri,” kata Kapolda, Minggu (31/12).

Berita Sejenis
1 daripada 71

Pernyataan yang disampaikan Kapolda tersebut cukup beralasan. Sebab, sepanjang tahun 2017 lalu, jajaran Polda Sumsel sendiri mengungkapan sedikitnya 1647 kasus narkoba dengan tersangka sebanyak 2251.

Dimana barang bukti yang diamankan yakni ganja seberat 408.429,223 gram, pil ekstasi sebanyak 39.522 butir, serta sabu seberat 20.786,7429 gram.

Diketahui, beberapa hari belakangan ini, Polda Sumsel juga sempat mengamankan narkoba jenis baru, yakni PCT sebanyak 3000 butir yang diduga akan diedarkan pada saat malam pergantian tahun 2018, kemarin.

“Itu membuktikan jika Sumsel sudah dijadikan pasarnya narkoba. Kami juga saat ini terus berupaya memberantas peredaran narkoba di Sumsel ini. Siapa pun yang terlibat akan sata sikat. Bukan hanya masyarakat sipil, jika ada anggota saya yang terlibat pun akan saya beri sangsi tegas,” tuturnya. korankito.com/die

AN