Pengalaman Menegangkan Venna Melinda Saat Umroh Keenam

Foto/dok

Umroh keenam, banyak kejadian tak terduga yang dialami Venna Melinda selama di Tanah Suci. Benar-benar membuatnya tegang karena tak pernah ia alami sebelumnya, Venna menceritakan pengalamannya di hadapan kamera awak media.

Saat tiba di Jeddah, Arab Saudi, seharusnya ada sopir yang menjemput Venna, Athalla, dan dua orang teman mereka. Namun lantaran miskomunikasi, tak ada seorangpun yang menjemput mereka di bandara.

Berita Sejenis
1 daripada 4.020

“Jadi, waktu saya di Jeddah itu, kita nyampe sudah jam 12.00 malam, kemudian kita telepon *driver*-nya enggak bisa. Saya kan enggak pakai *travel*, jadi saya *arranged*.

Nah, *driver*-nya enggak bisa bahasa Inggris, dia enggak angkat telepon juga, dikasih mutawif. Mutawifnya kita telepon, dia kayaknya belum dikoordinasiin, jadi dia enggak bisa jemput. Jadi saya panik, sama teman saya itu yang bawa anak, keluar cari taksi,” cerita Venna saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (25/12).

Panik yang dirasakan Venna semakin menjadi, karena koper berisi barang-barang hilang entar ke mana. Venna berusaha mencari, tapi apa yang terjadi?

“Tanya sama portirnya, dibilang kopernya di luar. Disangkain saya sama rombongan, padahal saya cuma berempat. Pas saya keluar, kopernya enggak ada. Saya balik lagi ke dalam. Dengan bahasa saya enggak bisa bahasa Arab, petugasnya enggak bisa bahasa Inggris, saya maksa ke dalam. Akhirnya dapat juga kopernya,” tutur Venna.

Rasa panik Venna belum selesai, karena setelah kopernya ketemu, ia memutuskan naik taksi lantaran tak ada sopir yang menjemput. Ingin segera sampai tempat tujuan, Venna dan rombongan malah dihadapkan dengan peristiwa mengerikan.

“Sama portir dikasih ke taksi, tahunya ilegal taksinya. Saya ditanya paspor, saya kasih paspor kita berempat. Teman saya ingatin, apa hubungannya taksi sama paspor. Saya langsung keingat, itu kan bahaya banget paspor dipegang orang. Langsung saya ambil, terus saya tanya *official taxi*,” cerita Venna.

Untungnya Venna gerak cepat. Ia memilih jalan aman menuju tempat penginapan. Karena tak tahu jalan, perasaan Venna was-was takut nyasar. Beruntung, itu hanya ketakutan Venna saja. Ia dan putranya sampai juga di hotel pada pukul 03.00 dinihari.

“Akhirnya dapat taksi yang benar, itu sudah jam 1.00. Itupun saya enggak bisa bahasa Arab, jadi saya telepon teman saya yang bisa bahasa Arab, saya suruh ngomong ke *driver*-nya. Akhirnya, kita buka *Waze* juga, kita takut dilariin. Jadi pakai *Waze* itu kalau dia enggak searah sama *Waze* kita, saya sudah siap-siap mau lari,” tandas Venna. O tri

AN