Sanksi Tegas Pelanggar Lalin Dibawah Umur

foto/ist.

Palembang – Fenomena penggendara di bawah umur menjadi pemandangan biasa di Palembang. Orangtua seakan bangga melihat anaknya yang masih belum cukup umur bisa mengendarai kendaraan sendiri.

Akibatnya, kecelakaan lalulintas yang melibatkan anak di bawah umur terus meningkat. Bahkan jika edukasi tidak dilakukan secara efektif, maka bukan tidak mungkin angka kecelakaan lalulintas yang melibatkan anak di bawah umur bisa meningkat dua kali lipat.

Berita Sejenis
1 daripada 3

Oleh sebab itu, saat ini aparat Satlantas Polresta Palembang terus menindak tegas para pengendara di bawah umur yang memang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dalam berkendara.

Kasatlantas Polresta Palembang, Kompol Yudha Widyatama Nugraha melalui Kanit Registrasi dan Identifikasi (Regident), Iptu Ricky Mozam mengatakan, selain memberikan sangsi berupa tilang, pihaknya juga memberikan himbauan kepada orang tua dari pelanggar lalulintas yang masih tergolong di bawah umur.

“Kami selalu memberikan sangsi tegas kepada para pelanggar lalulintas. Apalagi mereka yang masih di bawah umur,” kata Ricky, Senin (25/12).

Ricky mengungkapkan, memperbolehkan anak di bawah umur untuk menggunakan kendaraan jelas merupakan paradigama pemikiran orangtua yang salah.

“Setiap melakukan penilangan terhadap anak di bawah umur, kami juga memanggil orangtuanya. Kami berikan himbauan kepada anak sekaligus orangtuanya,” tuturnya.

Bahkan, sambung Ricky, jika pelanggaran tersebut kembali diulangi, maka pihaknya tak segan mengandangkan kendaraan yang digunakan anak di bawah umur tersebut. Kendaraan tersebut baru bisa diambil jika anak tersebut sudah memiliki SIM atau dengan jaminan orangtuanya.

“Kita hanya meminimalisir kecelakaan. Karena pengendara di bawah umur tersebut bukan hanya tidak memiliki surat, namun terkadang mereka berkendara secara ugal-ugalan dan berbocengan lebih dari satu orang,” terangnya.

Kendati begitu, tugas untuk memberikan edukasi dalam berkendara ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian. Pihak terkait, keluarga, maupun masyarakat juga harus berperan dalam hal ini.

“Saatnya kita berikan edukasi. Tanggung jawab berlalu lintas merupakan tanggung jawb kita bersama,” tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang ada di Korlantas Polri, usia 15 tahun hingga 29 tahun merupakan usia yang mendominasi kecelakaan di jalan raya. Hal itu terjadi karena anak di bawah umur tidak menyadari perilaku mengemudi beresiko dan mereka masih bisa disebut pemula dalam berkendara. korankito.com/die

AN