Melly Goeslaw Jatuh Cinta di Pengungsian Palestina

Melly Goeslaw. Foto/dok

Melly Goeslaw jatuh cinta di pengungsian Palestina. Bukan naksir lawan jenis, tapi Melly jatuh cinta dengan dua anak kecil dan berniat mengadopsi.

Sayangnya niat baik Melly tak disambut, karena anak-anak Palestina dilarang keluar dari negaranya. Pihak sana khawatir, jika anak-anak Palestina diadopsi orang dari luar negeri, maka akan memengaruhi sistem pendidikan mereka.

Berita Sejenis
1 daripada 4.025

“Ada dua yang rambutnya kayak jamur, sama si mata bagus itu, itu dua-duanya saya jatuh cinta banget sama dua anak itu. Sama pemerintah sana yang mewakili di pemukiman, boleh nggak kalau kita adopsi, ternyata nggak bisa. Yang pertama, mereka nggak bisa dipisahkan dengan masyarakat Palestina, supaya trauma healing-nya nggak susah. Yang kedua mereka takut kalau mereka dipisahkan dari situ, pendidikan yang diterima oleh mereka tidak seperti itu. Karena di sana pendidikan yang utama banget di luar mata pelajaran lain adalah menghafal Alquran. Dipertahankan terus karena nasibnya Palestina menjaga Al Aqsa, ya jadi yang diutamakan adalah Alquran,” ungkap Melly saat ditemui di rumahnya di Bintaro, Tangerang, Minggu (24/12).

Tak bisa membawa pulang dua bocah yang membuatnya jatuh cinta, tapi Melly bersyukur bisa membantu mereka dan melihat kondisi para pengungsi secara langsung. Namun di balik kebahagiaan Melly bisa mengulurkan bantuan, istri Anto Hoed itu rasakan suasana mencekam saat memasuki kawasan Killis.

“Karena sudah ikhlas jadi nggak terlalu. Pas masuk Killis saja karena melihat banyak tentara, paspor kita ditahan, terus yang satu keluar bus, kita mesti menunggu di dalam bus, itu rada mencekam. Karena dikasih tahu di Killis banyak tentara ISIS, banyak penculikan, penyekapan, seram, tapi ya sudahlah gimana lagi, ikhlas saja,” cerita Melly.

Keikhlasan diuji, Melly pun memetik hasilnya. Ia mendapat satu pelajaran berharga setelah mendatangi pengungsian Palestina, yang dijadikan hikmah untuk menjalani hidup.

“Pelajarannya memang ternyata pahit, getir menjadi mereka, tapi kok saya merasa ada kedamaian karena jauh banget dari duniawi.

Mereka nggak main media sosial. Jangankan mereka ya, teman saya yang namanya Nabila saja punya media sosial tapi dipakai untuk memberi info saja kepada orang lain. Nggak nonton TV, mereka benar-benar kesehariannya cuman ibadah, isi perut seadanya, sama cita-citanya semua menghafal Alquran. Di situ 70 persen anak-anak hafal, ada yang sampai 30 juz, ada yang belum, tapi semua menghafal Alquran,” tandas Melly. O tri

AN