Dianggap Tak Serius, Manajemen Beri Sinyal Depak Bio

foto/ist.

Palembang – Sejak berakhirnya Liga Satu Indonesia 2017 lalu, centre bek Sriwijaya FC, Bio Paulin seolah menghilang. Bahkan hingga saat ini, kabar tentang Bio Paulin pun tak juga kunjung terdengar. Padahal, Bio Paulin sendiri saat ini diketahui masih menjadi pemain Laskar Wong Kito.

Tak ada kabar dari Bio Paulin tersebut membuat manajeman Sriwijaya FC harus bertindak tegas.

Berita Sejenis
1 daripada 188

Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat pun secara lugas mengatakan tak akan memperpanjang kontrak pemain yang dari awal dinilai tidak serius kepada klub yang dibelanya. Terlebih, Bio Paulin juga tidak pernah mengikuti program latihan yang digelar Sriwijaya FC sejak 4 Desember 2017 lalu.

“Mereka (pemain) yang serius mengikuti latihan dan seleksi, kita akan pertimbangkan. Kalau dia (Bio Paulin) tidak melakukan latihan sejak awal. Kita tidak akan memperpanjang kontraknya. Artinya, dia selesai,” tegas Ucok, saat dihubungi, Senin (25/12).

Diakui Ucok, manajemen sengaja memperketat dalam perekrutan pemain. Salah satu pemain harus melakukan beberapa program tes kesehatan. Program ini merupakan faktor penunjang skuad Sriwijaya FC. Apalagi, Sriwijaya FC juga berambisi untuk kembali meraih gelar juara.

“Dengan tes kesehatan, kita berharap para pemain siap untuk diturunkan. Untuk apa kita merekrut pemain tapi tidak bisa diturunkan. Itu akan sia sia,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Bio Paulin memang sempat disebut-sebut menjadi salah satu pemain yang akan dipertahankan. Pemain berdarah Kamerun itu juga menjadi proyeksi skema Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.

Disisi lain, sejumlah pemain muda Laskar Wong Kito hampir dapat dipastikan bakal sulit dapat kesempatan buat turun bermain. Hal itu lantaran Sriwijaya FC sendiri diketahui memang jor joran melakukan perekrutan pemain bintang baik berlabel lokal maupun asing.

Sebagai opsi untuk menambah jam terbang pemain mudanya, manajemen pun meminjamkan pemain mudanya itu ke berbagai klub. Salah satunya yakni klub yang ada di Liga Dua Indonesia, PSS Sleman. Tim ini menjadi berlabuhnya winger lincah Slamet Budiono.

Bukan hanya Budi, pada musim lalu, penjaga gawang, Trio Goentoro, penjaga gawang Sriwijaya FC juga bergabung dengan klub tersebut. Sementara itu, gelandang muda Hapit Ibrahim dipinjamkan ke PSIS Semarang.

“Demi karier saya memilih opsi peminjaman, karena itu baik bagi jam terbang saya,” kata Hapit.

Kendati begitu, ada beberapa pemain muda yang dipertahankan Sriwijaya FC. Seperti Ichsan Kurniawan, Marcho Sandy, dan pemain lainnya. Para pemain ini disebut-sebut masih dibutuhkan tim sehingga tidak masuk opsi peminjaman. korankito.com/nisa/die

AN