Pembegal Yusril Iza Mahendra Diringkus Polisi

foto/depe.

Palembang- Setelah dua tahun buron, Riyan Patoni alias Pitong (18), tersangka kasus begal sepeda motor diringkus Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kertapati Palembang. Ia ditangkap saat Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) 2017.

Pitong terlibat aksi begal sepeda motor milik Yusril Iza Mahendra (23) warga Jalan Muara Kelingi, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang bersama keenam temannya yang lain. Dua diantaranya masih menjadi buronan polisi.

Berita Sejenis
1 daripada 50

Berdasarkan data yang dihimpun, ulah kawanan tersangka berawal ketika korban bersama temannya melintas di Jalan KI Marogan, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang, 26 Juli 2015 sekitar pukul 02.00.

Tak lama, korban dihentikan keenam pelaku yang menggunakan dua sepeda motor. Satu diantara tersangka, mengeluarkan senjata tajam dan mengarahkan kekorban, merasa takut Yusril bersama temannya melarikan diri meninggalkan motonya.

Selang 15 menit kemudian, korban kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati motornya Honda CBR warna hitam dengan nopol BG 3060 AAB telah dibawa kabur pelaku. Sehingga ia membuat pengaduan di Mapolsek Kertapati Palembang.

Kapolsek Kertapati Palembang AKP I Putu Suryawan didampingi Kanit Reskrim Ipda Denny membenarkan pihaknya mengamankan satu orang tersangka begal. Berawal ketika jajarannya menggelar razia cipta kondisi (cipkon) di wilayah Kertapati Palembang.

“Jadi, semua yang diamankan kita lakukan pemeriksaan dan pendataan. Ternyata benar, satu orang terlibat dalam aksi kejahatan begal sepeda motor,” ujar Kapolsek saat dimintai konfirmasi, Minggu (24/12) siang.

Suryawan menyebutkan, modus operandi yang digunakan tersangka dengan cara menghadang korban yang melintas dengan motornya. “Jadi sudah empat tersangka yang kita amankan, masih ada dua tersangka lagi yang buron,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya akan terus mengejar para pelaku yang buron. “Akan kita kejar dan identitasnya sudah berhasil kita kantongi, untuk tersangka akan kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun,” jelas Suryawan.

Sementara Pitong membantah disebut sebagai begal sepeda motor. Ia mengatakan, korban telah menabrak sepeda motor motor temannya. “Karena kami minta ganti rugi, jadi motornya kami tahan dulu, tapi sudah dikembalikan,” ungkapnya.

Pemuda yang tinggal di Jalan Jepang, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang ini menambahkan saat melancarkan aksinya ia bersama keenam pelaku lainnya. “Kami bertujuh, dua masih buron,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN