Tahun 2017, Delapan ASN Tersandung Narkoba

foto/dhia.

Lubuklinggau- Sepanjang tahun 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau mengamankan delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung kasus narkoba. Tiga diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Lima orang lainya direhabilitas. Jadi selama Januari hingga Desember, 23 orang kita tetapkan tersangka, tiga diantaranya oknum ASN,” ungkap Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Eddy Nugroho, saat gelar perkara dan barang bukti.

Berita Sejenis
1 daripada 4.013

Ia menjelaskan, selain kelima ASN tersebut. 104 penyalahgunaan narkoba juga dilakukan rehabilitas, diantaranya lima orang oknum polisi, dua orang Kades, empat oknum mahasiswa, dua ibu rumah tanggan dan 35 orang pengangguran.

“Ada 85 orang dilakukan rawat jalan di klinik Pratama Sebiduk Semare BNN Kota Lubuklinggau, sisanya menjalani rehabilitasi rawat inap di Loka Kalianda Lampung, Balai Besar rehabilitas Lido Bogor, Yayasan Mitra Mulya Palembang dan Yayasan Asyifa Alif Ar Rahman,” bebernya.

Eddy mengungkapkan, selain penindakan. Pihaknya juga melakukan pencegahan dengan cara melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. “Sejauh ini, barang bukti kita amankan 46,59 gram sabu, 10 ekstasi, 1,5 kg ganja,” tuturnya.

Masih dikatakannya, kedepan pihaknya akan lebih fokus memberantas di lingkungan pemerintahan.”Tahun depan kita lebih fokus dilingkungan ASN. Sebab, masih banyak oknum ASN yang terjebak penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. Korankito.com/dhia/depe.

AN