Pembunuh Penarik Becak di Pasar 16 Ilir Dipelor

foto/depe.

Palembang- Dua pembunuh Surya (47), penarik becak yang ditemukan tewas di Jalan Masjid Lama, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, beberapa waktu lalu, berhasil diringkus Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek IT I Palembang.

Mereka adalah Saparudin alias Udin Kelabang (34) dan Muhammad Ridwan alias Iwan Beo (40). Keduanya terpaksa dilumpuhkan timah panas oleh petugas kepolisian, lantaran berusaha melawan dan kabur ketika ditangkap di kediaman masing-masing.

Berita Sejenis
1 daripada 48

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didamping Kapolsek IT I Palembang Kompol Eddy Rahmat mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari masyarakat yang mengatakan adanya penemuan sesosok mayat di tempat kejadian perkara (TKP).

“Usai menerima laporan, kita mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa itu,” ujar Kapolres ketika gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek IT I Palembang, Jum’at (22/12) siang.

Wahyu mengatakan, setelah memeriksa saksi, pihaknya berhasil mengantongi identitas pelaku penusukan terhadap Surya. “Awalnya kita tangkap pelaku berinisial U dan dilakukan pengembangan. Ternyata pelakunya dua orang, kita tangkap tersangka lainnya berinisial I,” tutur Kapolres.

Motif kawanan pelaku membunuh korban dikarenakan masalah sepeleh. Dimana, tersangka I merasa tersinggung dengan ucapan korban, lalu mengajak U untuk menghabisi nyawa korban. “Saat ini keduanya masih jalani pemeriksaan, korban luka di bagian paha dan kening,” ujar Wahyu.

Masih dikatakannya, barang bukti yang diamankan yakni pakaian korban, sebilah pisau dan obeng yang diduga alat pelaku untuk membunuh korban. “Kita kenakan Pasal 340 KUHP, 338 KUHP dan 170 Ayat 3 dengan ancaman maksimal hukuman mati,” tegasnya.

Sementara tersangka Udin mengakui perbuatannya. “Masalahnya, korban sering ikut campur urusan keluarga dia (Iwan). Jadi, Iwan tersinggung dan manggil saya Pak. Saya tikam satu kali di paha, waktu itu kami pengaruh minuman keras (miras),” tuturnya.

Pria yang merupakan residivis kasus sajam dan penganiayaan ini mengatakan, pisau tersebut telah dibawanya dari rumah. “Saya menyesal Pak dan minta maaf kepada keluarga korban” ujar warga Jalan Kapten Abdullah, Lorong Perguruan, Kecamatan Plaju Palembang ini. Korankito.com/depe.

AN