Jadwal Bersamaan, SFC ‘Galau’ Ikut Turnamen Pramusim

foto/ist.

Palembang – Sriwijaya FC disebut-sebut merupakan salah satu klub yang saat ini padat jam terbang.  Sebab dalam satu bulan, tim berlogo elang ini mendapatkan dua kesempatan yakni ajang Piala Presiden dan undangan tunamen di Vietnam, sebagai ajang pemanasan sebelum mengarungi kompetisi musim 2018.

Dikonfirmasi hal itu, Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mengatakan, dirinya belum bisa memutuskan terkait keikutsertaan anak asuhnya itu di duaajang yang akan digelar bulan Januari 2018 mendatang.

Berita Sejenis
1 daripada 188

Kita akan rapat untuk membahas ini. Saya rasa kita belum bisa memutuskan, karena saya sendiri baru tahu kabar ini,” ujar pelatih yang akrab disapa RD ini, Rabu (21/12).

Diakui RD, pihaknya juga akan memikirkan konsekuensinya, jika Laskar Wong Kito melepas ajang khususnya Piala Presiden yang dihelat satu tahun sekali ini.

“Bagaimana pun manajemen maupun staff pelatih sudah tahu betul keuntungan dan kerugian yang kita putuskan nanti. Namun apapun itu, kita harus berani terima konsekuensinya,” ungkapnya.

Sementara itu mengenai undangan turnamen di Vietnam, Ex pelatih T-Team ini juga nampaknya masih bimbang untuk memutuskannya. “Waktunya hampir sama. Undangan Piala Presiden digelar 16 Januari 2018, sedangkan uji coba dari vietnam digelar 24 Januari sampai 16 Februari 2018. Tapi bagaimana pun kita tetap butuh uji coba dan rencananya kita akan lakukan uji coba pertengahan Januari,” pungkasnya.

Disisi lain, persaingan ketat antar pemain di Sriwijaya FC di semua lini juga terjadi. Hal itu membuat sejumlah pemain terus menempa diri agar bisa memberikan kontribusi maksimal ketika Laskar Wong Kito mengarungi kompetisi musim 2018. Hal itu termasuk juga dilakukan pemain anyar, Adam Alis.

Adam sendiri memiliki motivasi baru di awal kebersamaannya dengan Sriwijaya FC. Mantan pemain Arema FC ini pun bertekad menunjukan kepiawaiannya dalam mengolah sikulit bundar di lapangan hijau.

“Persaingan itu sesuatu yang wajar. Persaingan yang kini terjadi justru menjadi motivasi bagi saya untuk bekerja lebih keras lagi saat latihan,” kata Adam.

Selain siap menghadapi persaingan di klub yang bermarkas di Jakabring tersebut, Adam pun memastikan dirinya bisa diturunkan di posisi mana pun sesuai intruksi sang pelatih.

Untuk posisi itu kewenangan pelatih. Ditempatkan di posisi mana pun harus siap. Termasuk juga bila nantinya terkena rotasi atau tidak dimainkan juga mesti siap. Yang terpenting semuanya untuk kepentingan tim. Pelatih yang lebih mengerti mengenai hal itu,” timpalnya.

Kendati begitu, Adam mengatakan, posisi idealnya berada di lini tengah. Peran tersebut sudah dimainkannya dalam beberapa musim terakhir bersama klub lamanya.

Mau ditempatkan sebagai gelandang serang atau bertahan, bagi saya sama saja. Tapi, memang jika bisa memilih, saya lebih enjoy sebagai gelandang,” ucapnya.

Di sisi lain, meski kebersamaannya dengan baru seumur jagung, Adam Alis sudah menjadi idola baru di kalangan suporter Laskar Wong Kito. Hal ini karena kehadiran mantan pemain Timnas Indonesia U-23 ini sangat diharapkan mampu menaikkan performa tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini yang pada musim lalu merosot. korankito.com/nisa/die

AN