Dua Polisi ‘Narkoba’ Dipecat

foto/die

Palembang – Kepala Tim Khusus (Timsum) Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang Aipda Mardiansyah, akhirnya kembali menjadi masyarakat sipil. Mardiansyah dipecat setelah mencoreng citra kepolisian dengan menjadi bandar narkoba.

Tidak hanya Mardiansyah, anggota Polda Sumsel lainnya, Bripda Helwani juga dilakukan pemecatan. Helwani juga merupakan seorang anggota polisi yang melakukan pengedaran narkoba.

Berita Sejenis
1 daripada 68

Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap kedua anggota polisi itu dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel,Irjen Zulkarnain Adinegara, Rabu (20/12).

Kapolda sendiri sebelumnya memang sudah berkomitmen akan menindak tegas anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Sebab, anggota yang terlibat narkoba jelas melanggar kode etik. Mereka yang terlibat juga sudah melanggar sumpah serta janji sewaktu mereka dilantik sebagai anggota Polri.

“Pemecatan ini sangat disayangkan dan sangat miris sekali. Tapi disisi lain, pemecatan ini juga untuk memberikan pembelajaran bagi kita semua,” kata Zulkarnain.

Jenderal bintang dua itu mengungkapkanPTDH akan tetap dilakukan jika masih ada anggota Polda Sumsel yang nakal dan bekerja tidak sesuai dengan kode etik kepolisian. Bahkan, Zulkarnain menegaskan, dirinya rela bila harus kehilangan ratusan anggota (polisi) yang nakal.

Anggota polisi di Sumsel ini ada ribuan. Jadi kasarnya, apabila kehilangan 500 anggota nakal tidak ada masalah, dari pada nantinya mereka mencoreng nama baik kepolisian. Saya sudah katakan pada semua anggota, bekerjalah dengan baik dan menjadi pengayom masyarakat serta jaga nama baik kepolisian jangan sampai nama baik polisi tercoreng,” jelasnya.

Diketahui, sebelumnya Mardiansyah ditangkap oleh aparat Ditresnarkoba Polda Sumsel saat tengah mengantarkan barang haram sabu seberat satu kilogram di Jalan Demang Lebar Daun Palembang. Bahkan saat penangkapan itu, Mardiansyah juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas setelah melakukan perlawanan.

Atas kasus tersebut Pengadilan Negeri (PN) Palembang juga sudahmemvonis Mardiansyah dengan kurungan 8 tahun penjara karena telah terbukti menjadi bandar narkoba. korankito.com/nisa/die

AN