Anak Tak Makan, Ayah Curi Motor

Tersangka saat diamankan di Mapolsek SU II Palembang. korankito/depe.

Palembang- Berdalih butuh uang untuk makan anaknya. Indra Kusuma (38) warga Lorong Taman Bacaan, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan SU II Palembang nekat mencuri sepeda motor milik Mada yang tak lain masih tetangganya sendiri.

Akibat perbuatannya itu, tersangka yang keseharian sebagai sopir angkutan kota (angkot) Tangga Takat-Ampera ini harus menikmati hari tuanya di sel tahanan, setelah ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek SU II Palembang di kediamannya, Selasa (19/12) siang.

Berita Sejenis

Lima Bulan Buron, Udit Ditembak Polisi

Ingin Punya Vespa, Feri  Gondol Motor Teman

Angkut Curi Motor Bersama Pacar

1 daripada 35

Kepada petugas kepolisian, Indra mengakui perbuatannya. “Waktu itu saya baru pulang, melihat anak saya tidak makan, karena tidak ada uang. Jadi ada motor tetangga langsung saya ambil dengan kunci mobil,” ungkapnya ketika gelar perkara dan barang bukti, Rabu (20/12) siang.

Rencananya motor tersebut hendak dijualkannya kepada seseorang yang sudah menunggu di pusat perbelanjaan di kawasan Pasar 16 Ilir. Namun, belum sempat menjualkannya ia terlebih dahulu ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Setelah dicuri, motornya saya bawa ke kawasan Dika, karena ada orang yang akan mengambilnya. Saya pulang ke rumah dan ditangkap polisi. Baru pertama kalinya dan belum pernah masuk penjara Pak,” ujar Indra.

Sementara itu, Kapolsek SU II Palembang Kompol Okto Iwan Setiawan melalui Kanit Reskrim Ipda Novel mengatakan setelah menerima laporan dari korban, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu orang tersangka.

“Saat tersangka membawa kabur motor itu, ternyata dilihat oleh adik korban dan memberitahukan kepada kita. Kemudian, kita lakukan penangkapan serta pemeriksaan, hasilnya tersangka mengakui perbuatannya,” tutur Novel.

Dirinya menyebutkan, untuk barang bukti pihaknya mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR milik korban. “Tersangka dan korban ini masih bertetanggaan. Untuk pasal, akan kita terapkan Pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun,” tutupnya. korankito.com/depe.

AN