Penarik Becak Tewas Bersimbah Darah

Petugas kepolisian saat berada di rumah sakit. korankito/depe,

Palembang- Surya (47), penarik becak yang biasa mangkal di kawasan Pasar 16 Ilir ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka tusuk bersimbah darah di Jalan Masjid Lama, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, Senin  (18/12) sekitar pukul 23.00.

Pria yang tinggal di Jalan KI Gede Ing Suro, Lorong Kota Baru, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II Palembang ini meregang nyawa setelah ditusuk orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam (sajam) diduga pisau.

Berita Sejenis
1 daripada 49

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian. Sebelum kejadian, saksi mata H (17) yang merupakan pengamen di sekitar lokasi, melihat korban sedang berkumpul bersama beberapa orang yang tak dikenalnya di tempat kejadian perkara (TKP).

Tak lama berselang, saksi melihat korban yang sedang duduk di dalam becaknya ditusuk oleh orang yang tak dikenal. Usai melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri. H bersama saksi lainnya berinisial Y membawa korban ke Rumah Sakit Dr AK Gani Palembang.

Akan tetapi, diduga kehabisan darah lantaran luka tusuk satu liang di bagian paha yang dialaminya nyawa Surya tak terselamatkan.

Kepada petugas kepolisian saat membuat laporan. Adik kandung korban Nasak (27) mengatakan dirinya tidak mengetahui persis kejadian yang menimpa Surya. Hanya saja, ia mendapatkan kabar bahwa korban sudah meninggal dunia akibat dibunuh oleh seseorang.

Usai menerima kabar tersebut, dirinya langsung mendatangi RS Bhayangkara Palembang untuk mengetahui kebenarannya. Sesampainya di rumah sakit, Nasak melihat tubuh kakak kandungnya sudah terbujur kaku di kamar jenazah.

Dirinya menyebutkan, kakak kandungnya mengalami luka tusuk di bagian paha sebelah kanan, luka sayat pipi kanan bawah dan tengah. “Saya harap polisi segera menemukan siapa pelaku pembunuhannya dan minta dihukum seberat-beratnya,” ucapnya.

Terpisah, anak korban Memo (20) menjelaskan saat mendapatkan kabar ayahnya meninggal ia sedang berada di rumah temannya. “Kakak saya bilang kalau bapak (korban) sudah meninggal dibunuh oleh orang,” tutur Memo ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (19/12) pagi.

Sepengetahuannya, lanjut Memo, korban tidak mempunyai musuh. “Ayah saya sehari-hari bekerja sebagai penarik becak di Pasar 16 Ilir. Setahu saya tidak ada musuh dan berharap polisi menemukan pelaku dan dihukum seberat-beratnya,” tambah Memo.

Sementara itu, Kapolsek IT I Palembang Kompol Eddy Rahmat membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, usai menerima laporan dari keluarga korban pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kita masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini termasuk meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu. Motifnya diduga terjadi selisih paham antara korban dengan pelaku, dari TKP kita tidak menemukan barang bukti apapun,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN