‘Raja’ Jambret Dipelor Polisi

- Empat belas kali beraksidi Lubuklinggau

Tersangka saat dimintai keterangan petugas kepolisian. korankito/dhia.

Lubuklinggau – Arip Sanjaya (19), nampaknya kangen untuk tidur di sel tahanan. Pasalnya, baru 9 bulan belakangan menghirup udara bebas, warga Jalan Kenangga II, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II itu kembali harus dibui.

Kasusnya pun serupa. Tersangka lagi-lagi menekuni profesinya sebagai penjambret. Bahkan dalam waktu 9 bulan tersebut, tersangka tercatat sudah 14 kali melakukan aksinya.

Berita Sejenis

Kakak-Beradik ‘Bonyok’ Diamuk Massa

Muhammad Ali Diciduk Polisi

1 daripada 34

Informasinya, penangkapan tersangka berawal dari laporan salah satu korbannya yang diketahui bernama Juli Romedia (37). Dimana aksi itu dilakukan tersangka saat korban melintas di Jalan Keramat Abadi, Kelurahan Ceremeh Tabah, Kecamatan Lubuklinggau Timur.

“Aksi itu dilakukan tersangka bersama rekannya yang sudah diketahui identitasnya. Saat ini rekan tersangka masih kita buru,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin, Senin (18/12).

Ali mengatakan, dalam aksi itu tersangka berperan sebagi eksekutor. Sementara rekannya sebagai pilot. “Mereka menggunakan sepeda motor tanpa plat nomor. Saat itu tersangka berhasil merampas kalung emas milik korban dengan berat 10 gram yang ditaksir seharga Rp 10 juta,” tuturnya.

Diketahui, sejak maraknya laporan kasus penjambretan di Lubuklinggau, tersangka langsung menjadi buruan aparat reskrim Polres Lubuklinggau. Setelah melakukan penyelidikan cukup lama, polisi akhirnya dapat membekuk tersangka di kawasan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Tersangka sempat melakukan perlawanan dengan cara memukul anggota dan mau merebut senjata milik anggota. Oleh sebab itu kita beri tindakan tegas,” jelasnya.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Sonic warna hitam yang digunakan pelaku pada saat beraksi.

Hasil pemeriksaan, tersangka sudah 14 kali melakukan aksinya diberbagai tempat,” jelasnya.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pengembangan. “Tersangka kita jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Karena dalam aksi itu tersangka tak segan melukai korbannya,” tukas Ali. korankito.com/dhia/depe.

AN