Pengaruh Facebook Terhadap Prestasi Belajar Siswa

Meidiana Gayatri mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang semester 1.

Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, semua akun media sosial dapat diakses kapan pun dan dimana pun, salah satunya facebook.  Bahkan saat ini facebook sangat berpengaruh pada kehidupan sosial remaja, ditandai dengan anggapan bahwa remaja yang mempunyai facebook adalah remaja gaul.

Akhir-akhir ini Badan Pengamat Tekhnologi menyatakan bahwa sekitar 62% siswa mengakses facebook saat pelajaran berlangsung, ini menandakan bahwa mereka lebih sering online dari pada mendengarkan pelajaran yang diterangkan guru mereka.

Berita Sejenis
1 daripada 4.018

Oleh karena itu, saat ini antara facebook dengan remaja merupakan suatu hubungan yang tak dapat dipisahkan, padahal akhir-akhir ini banyak kejadian-kejadian yang berujung pada tindak kriminal yang disebabkan oleh penyalahgunaan media sosial tersebut.

Beberapa berita yang paling hangat adalah kasus seorang anak remaja laki-laki yang membawa kabur seorang anak remaja perempuan yang dikenalnya lewat situs jejaring sosial (facebook), dan penggunaan situs jejaring sosial (facebook) sebagai ajang prostitusi di kalangan remaja. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan tujuan utama situs jejaring sosial itu dibuat, yakni untuk memperluas hubungan sosial.

Hal seperti ini harus segera dicari jalan keluar yang terbaik agar para remaja tidak telalu larut dalam kemajuan tekhnologi yang ada. Sehingga para remaja nantinya bisa menyadari dampak dan pengaruh jejaring sosial khusunya facebook.

Tidak hanya kehidupan umum saja yang terkena dampak dari situs jejaring sosial, namun pengaruhnya mulai dirasakan dalam dunia pendidikan. Dampak terburuk dalam dunia pendidikan yang mungkin dihasilkan dari situs jejaring sosial adalah mulai menurunnya motivasi dan prestasi belajar siswa.

Dampak situs jejaring sosial mungkin lebih banyak dirasakan oleh kalangan remaja, karena sebagian besar pengguna jejaring sosial adalah dari kalangan remaja pada usia sekolah. Karena sangat mudahnya menjadi anggota dari situs jejaring sosial, maka tidak heran jika banyak orang baik sengaja ataupun hanya coba-coba mendaftarkan dirinya menjadi pengguna situs jejaring sosial tersebut dan akhirnya menjadi ketagihan.

Sementara para mahasiswa pengguna aktif jejaring sosial seperti facebook ternyata mempunyai nilai yang lebih rendah daripada para mahasiswa yang tidak menggunakan situs jejaring sosial facebook.

Para pengguna jejaring sosial mengakui waktu belajar mereka memang telah tersita. Rata-rata para siswa pengguna jejaring sosial kehilangan waktu antara 1–5 jam sampai 11–15 jam waktu belajarnya per minggu untuk bermain jejaring sosial di internet.

Motivasi dan prestasi belajar siswa dapat menurun karena situs jejaring sosial. Prestasi belajar dalam hal ini nilai siswa menurun akibat terlalu sering membuka situs jejaring sosial di internet. Hal ini mungkin karena motivasi belajar siswa tersebut juga menjadi berkurang karena lebih mementingkan jejaring sosialnya daripada prestasi belajarnya sendiri.

Dampak negatif dari pecandu jejaring sosial yakni membuat seseorang menjadi penyendiri dan susah bergaul, kurangnya sosialisasi dengan lingkungan, menghamburkan uang, berkurangnya waktu belajar siswa, mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex.

Sedangkan hal-hal yang perlu dilakukan orangtua agar anaknya terhindar dari dampak negatif situs jejaring sosial (facebook) yaitu memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya situs jejaring sosial, usahakan untuk tidak memberikan telepon seluler yang dapat mengakses internet (situs jejaring sosial), mengawasi siswa dalam berinternet atau berjejaring sosial.

 

Penulis : Meidiana Gayatri mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang semester 1

Editor : Ejak

AN