Honorer PU Tewas Dikeroyok di Diskotek

petugas kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). korankito/depe.

Palembang- Yogi Randra Sugana (30), pegawai honorer Dinas Pekerjaan Umum (PU) harus meregang nyawa usai dikeroyok sejumlah orang di dalam Diskotek Center Stage Novotel, Jalan R Soekamto, Kecamatan IT II Palembang, Minggu (17/12) sekitar pukul 04.00.

Pemuda yang tinggal di Jalan Sapta Marga, Pondok Andalas, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang ini tewas dengan delapan luka tikaman di tubuhnya.

Berita Sejenis
1 daripada 49

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal ketika korban bersama saudaranya Dico Hermansyah (27) baru saja keluar dari dalam diskotek. Keduanya melihat orang yang sedang ribut di area parkiran tempat kejadian perkara (TKP) dan bermaksud untuk melerainya.

Tanpa sengaja, korban menendang mobil salah satu pelaku. Diduga tidak senang, pelaku mengejar Yogi dan Dico yang melarikan diri kedalam diskotek untuk meminta perlindungan kepada petugas keamanan.

Saat itulah, pelaku mengeroyok keduanya hingga menyebabkan korban tewas dan Dico mengalami luka tusuk satu liang di belikat sebelah kiri. Melihat hal itu, teman-teman yang lain membawa kedua korban  ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa Yogi tak tertolongkan.

Ayah kandung korban Abubakar mengaku ikhlas dengan kepergian anaknya. Hanya saja, dirinya tidak terima dengan perbuatan para pelaku dan berharap segera ditangkap polisi. “Kami sekeluarga berhadap pelaku pengeroyokan cepat tertangkap. Namanya ajal, pasti kami terima,” ujarnya, Senin (18/12) pagi.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Marully Pardede didampingi Kapolsek IT II Palembang Kompol M Hadiwijaya mengatakan, setelah menerima laporan warga. Pihaknya Unit Reskrim, Satreskrim, Identifikasi dan SPKT Polresta Palembang langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Kita sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu. Pelakunya masih kita lakukan pengejaran dan doakan saja, pelaku cepat kita tangkap,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, dari lokasi kejadian pihaknya menemukan sebilah senjata tajam (sajam) jenis pisau bergagang plastik warna hijau. Diduga alat yang digunakan para pelaku untuk menikam korban. “Barang bukti sudah kita amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN