Cita-Cita Penggerak Kehidupan

Berbagai profesi. foto/net

 

Dalam lagu yang berjudul “Laskar Pelangi” terdapat syair yang tertulis bahwa mimpi itu adalah kunci untuk menaklukkan dunia. Memiliki impian berarti memiliki cita-cita.

Menurut ahli psikologi Mona Sugianto, memiliki cita-cita dalam hidup amatlah penting. Melalui cita-cita tersebut kita memiliki gambaran mengenai kehidupan masa depan yang akan di jalani. Adanya cita-cita akan menjadi daya penggerak dengan memiliki cita-cita akan melatih daya juang dan kefokusan seseorang.

Berita Sejenis
1 daripada 4.019

Begitu besarnya manfaat cita-cita, maka menanamkan cita-cita sejak dini menjadi penting. Namun diluar sana, masih ada anak-anak yang belum berkesempatan untuk menuliskan cita-citanya. Bisa jadi karena tidak tahu apa itu cita-cita?. Padahal setiap anak yang terlahir di muka bumi adalah aset yang berharga dan perlu dirawat agar hidupnya kelak menjadi insan yang bermanfaat.

Realita di lapangan, anak-anak usia dini belum mengetahui apa cita-citanya, sedangkan cita-cita tersebut identik dengan tujuan hidup. Sehingga muncullah terjadinya beragam perilaku menyimpang yang disebabkan karena banyaknya waktu luang atau kurangnya kegiatan positif yang terjadwal untuk menunjang tercapainya cita-cita atau tujuan hidupnya.

Sementara, kebanyakan anak pedalaman bercita-cita seperti apa yang mereka lihat kesehariannya. Bagi mereka cita-cita profesi seperti guru, dokter, polisi hanya bisa diraih oleh orang berada atau dari keturunan kaya.

Ada juga anak belum memikirkan cita-cita karena di lingkungan mereka belum ada figur yang memotivasi atau membuka pola berfikirnya. Kadang cita-cita anak berdasarkan cita-cita orangtuanya, terkadang juga berbasis lingkungannya

Maka dari itu, semua masyarakat terkhusus seorang guru agar mendampingi anak didiknya untuk menuliskan cita-cita. Diharapkan semua anak Indonesia memiliki cita-cita yang dituliskan dan semoga akan terus diingat sehingga menjadi daya penggerak untuk meraih hidup yang bermanfaat.

Solusinya, guru kelas sebaiknya memulai mengajak siswa siswinya untuk mengungkapkan cita-citanya dalam bentuk tulisan, bisa juga yang berbentuk gambar dan ditempel di dinding kelas masing-masing.

 

Penulis : Hepti oktaviana

Mahasiswi : UIN Radden Fatah Palembang

Editor : Ejak

AN