Buron 8 Bulan, Pembobol Rumah Dipelor

Tersangka saat diamankan di Mapolresta Palembang. korankito/cr2.

Palembang – Pelarian Ayub (33) selama 8 bulan lamanya, akhirnya terhenti. Warga Jalan Sultan Moh Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang yang merupakan tersangka kasus pembobolan rumah tersebut ditangkap Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Palembang.

Bahkan, tiga butir timah panas terpaksa disarangkan di kaki kanannya setelah tersangka tak menghiraukan sejumlah tembakan peringatan saat mencoba kabur dari sergapan petugas. Selain tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa satu buah televisi LCD 50 inch merk Sharp hasil curian tersangka.

Kasubag Humas Polresta Palembang, Iptu Syamsul Fikri mengatakan, ditangkapnya tersangka berdasarkan laporan korban M Romli (58) warga Jalan Lebak Keranji, Kelurahan Bukit Lamapada 27 April 2017 terkait kasus pencurian dikediamannya yang dilakukan oleh tersangka.

Dimana dalam aksinya itu, tersangka masuk ke rumah korban dengan merusak jendela dan mencongkel pintu belakang. Setelah berhasil masuk ke dalam, tersangka pun menggondol satu unit televisi yang berada di lantai dua rumah korban.

“Saat itu kita langsung melakukan penyelidikan. Tersangka ini juga cukup licin karena sempat beberapa kali lolos dari penyergapan anggota kita,” kata Syamsul, Rabu(13/12).

Syamsul menuturkan, setelah lama masuk dalam target operasi pihaknya, tersangka pun akhirnya berhasil diamankan pada Selasa (12/12) petang.

Selain menangkap tersangka kita juga mengamankan barang bukti. Tersangka juga diberikan tindakan tegas setelah mencoba kembali melarikan diri,” ujarnya.

 Saat ini tersangka sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolresta Palembang. “Atas ulahnya tersangka akan  dijerat dengan pasal 363 dengan hukuman diatas 7 tahun pidana,” tegasnya.

Sementara tersangka Ayub mengaku aksi itu dilakukan lantaran butu uang“Aksi itu sudah lama sekali, saya pun tidak ingat. Saya menyesal,” katanya seraya meringis kesakitan.

Dia mengaku, aksi pembobolan rumah itu dilakukannya seorang diri. “Saya sendirian dan baru satu kali ini. Itu pun terpaksa karena tidak memiliki pekerjaan. Saya cuma ambil tv itu,” tuturnya.

Usai berhasil membawa kabur tv curian itu, tersangka mengaku langsung menjualnya. “Dijual kepada teman di lorong Jambu, Tangga Buntung. Saya lupa berapa jualnya karena sudah lama,” pungkasnya. korankito/cr2/die

AN