Bela Warga, Penjaga Malam Tikam ‘Preman Kampung’

Tersangka saat dihadirkan dalam gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Sukarame Palembang. korankito/depe.

Palembang- Berdalih membela warga, Rusdianto alias Rudi (43) yang merupakan kordinator keamanan komplek Perumahan Griya Sejahtera Sukawinatan nekat menikam Andi Tato hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Setelah sembilan bulan dicari aparat kepolisian. Rudi diringkus Unit Reskrim Polsek Sukarami Palembang, saat berada di Jalan KI Ranggowirosantiko, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Rabu (13/12) sekitar pukul 22.00.

Berita Sejenis
1 daripada 49

Bahkan, pria bertubuh gempal ini harus merasakan dua butir timah panas petugas di kedua kakinya. Sebab, ia melawan serta berupaya untuk kabur saat ditangkap polisi.

“Saya bela masyarakat Pak, karena dia itu suka bikin onar atau dikenal dengan preman kampung,” ujar tersangka sambil meringis kesakitan saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Sukarami Palembang, Kamis (14/12) siang.

Ia menyebutkan, sebelum kejadian. Korban terlihat mengganggu masyarakat tempat tinggalnya dengan menghadang warga yang akan masuk komplek. “Waktu itu dia sedang mengamuk, ganggui warga yang melewat dan menantang saya,” katanya.

Dikarenakan mendapatkan laporan dari masyarakat, ia pun mendatangi Andi yang berada pos keamanan komplek dengan membawa senjata tajam (sajam) jenis pedang. “Setiba disana, kami langsung cekcok mulut Pak,” tambahnya.

Tak hanya cekcok mulut, lanjut Rudi, korban langsung menikamkan pisau yang dibawanya kearah perut tersangka. Beruntung, ia masih sempat mengelak hingga tikaman itu tidak melukai dirinya.

“Saya bacok dia dengan parang dua kali, tapi dia kebal tidak mempan dibacok Pak. Setelah itu kami sama-sama bergulat rebutan pisau dia. Dapat dengan saya dan langsung saya tikamkan kearah dia sebanyak empat kali,” ujar Rudi.

Melihat korban roboh bersimbah darah, dirinya langsung melarikan diri pulang kerumah. Namun, setelah mengetahui kabar Andi meninggal dunia, tersangka pun kabur lewat pintu belakang ke kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Saya kabur ke OKI selama sebulan Pak, setelah itu pulang lagi ke Palembang dan akhinya baru ditangkap polisi. Pisaunya sudah saya buangkan Pak,” tambah Rusdi.

Sementara itu, Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Iptu Marwan membenarkan pihaknya berhasil mengamankan tersangka. Namun, karena memberikan perlawanan tersangka harus diberikan tindakan tegas.

“Kejadiannya terjadi di bulan Februari kemarin, motifnya karena selisih paham antara korban dan tersangka. Tersangka akan kita kenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN