Pasca Resmi Bercerai, Tsania Marwa Datangi Kantor KPAI. Ada Apa Lagi Ya?

Tsania Marwa didampingi Ariest Merdeka sirait saat konferensi pers. Foto/dok

Tsania Marwa sempat menulis surat terbuka di akun Instagram, karena Atalarik Syah masih menghalanginya bertemu anak. Menulis surat terbuka dirasa Marwa langkah yang sangat tepat, karena sebelumnya Atalarik menutup komunikasi. Benarkah gara-gara surat terbuka itu Atalarik akhirnya sadar?

“Saya nggak tahu siapa yang urus anak saya, tapi yang pasti saya miris lihat kondisi anak saya yang minta ketemu ibunya tapi nggak diledenin. Malah anak saya harus hadapi sosok-sosok baru yang belum tentu anak saya nyaman. Jadi surat terbuka itu buat membela anak saya dan membuat pihak sana sadar. Karena sebelum saya buat terbuka di media, saya sudah melakukan cara-cara yaitu dengan WA, saya juga punya bukti WA saya di-blok, saya juga beli nomor baru dan di-blok juga oleh beliau gitu, jadi saya rasa harus pakai surat terbuka kali, baru ada respon,” jelas Marwa saat ditemui di Kantor Komnas Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (10/12).

Berita Sejenis
1 daripada 4

Nyatanya Atalarik tetap tak mengizinkan istrinya untuk bertemu anaknya. Terakhir ketemu, Marma bertatap muka langsung dengan kedua buah hatinya Agustus 2017 di Gedung Kemensos. Itu juga diawasi ketat oleh Atalarik, dengan KPAI sebagai mediatir. Itupun dengan 3 syarat yang diajukan Atalarik sebelumnya.

“Saya harus membuat konferensi pers ke teman-teman media untuk membersihkan nama beliau, saya harus mencabut kata-kata, saya harus bilang kalau cerita-cerita saya tidak benar. Kalau saya mau lakukan konpres itu, saya baru boleh ketemu anak. Terus saya balikin, ‘oh jadi anak dijadiin alat?’ Nggak terima dibilang begitu, ok. Syarat kedua, saya harus menyerahkan paspor, karena takut anak saya bawa kabur. Gimana saya mau bawa kabur anak? Fisiknya saja nggak di saya, saya nggak setuju. Terus syarat yang ketiga itu surat perjanjian (Marwa bertemu anak selama 1,5 jam dengan pengawasan Atalarik Syah) itu. Buat saya ya sudah-lah saya harus berpikir lagi,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itulah Marwa mengetahui sebuah fakta yang sangat mengejutkan, yakni diam-diam Atalarik mengganti nama anak pertamanya, Syarif menjadi Fajri. Kala itu Marwa sangat kecewa dan emosi, namun ia berusaha menahan air mata di depan anak-anaknya.

“Pas di situ sengaja dipanggil sama bapaknya, ‘Fajri jangan begini, jangan begitu’. Saya tanya sama Syarif, ‘Syarif, memang nama kamu siapa?’ Nama saya Fajri katanya gitu. Nggak, nama kamu bukan Fajri, nama kamu itu Syarif, umi kan ngasih nama ke kamu itu Syarif bukan Fajri. Nggak umi, nama saya Fajri, katanya kayak gitu. Bayangin saja gimana perasaan saya, seorang ibu yang dengar anak saya namanya diganti.

Tujuannya apa, saya nggak tahu, sampai akhirnya saya cuma bisa diam saja karne asaya tahu kalau di situ saya meledak, saya nangis, pasti anak saya akan nanya lagi kan, kenapa umi nangis? Saya sudah sempet nangis dan anak saya nanya, akhirnya saya minta izin dulu ke toilet buat nenangin diri saya lagi,” jelasnya. O tri

AN