Benda Diduga Bom Meledak di Rumah Warga

Petugas saat mengevakuasi benda yang diduga bom. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Warga yang tinggal di sekitar Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni Palembang dibuat gempar dengan suara ledakan yang sangat keras, Senin (4/12) sekitar pukul 23.00.

Suara tersebut berasal dari benda yang diduga bom yang meledak di dalam rumah Sobri (60) di Jalan Mayor Zen, Lorong Pantai, RT 31, RW 07, Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal ketika Sobri bersama keluarganya sedang tidur di dalam rumah. Tiba-tiba, seisi rumah terkejut dengan benda berukuran segempal tangan menghantam seng dan masuk kedalam rumahnya.

Tak lama kemudian, benda tersebut meledak hingga membuat warga sekitar terdengar suara ledakan tersebut.

“Suaranya seperti bom Pak, kami ketakutan semua. Ketika saya dekati, benda itu dibungkus bahan almunium dan berukuran tapak tangan orang dewasa. Baunya angit sekali, seperti bau mesiu,” ujar Sobri ketika ditemui di kediamannya, Selasa (5/12) siang.

Ditambahkan Lugai istri Sobri, benda tersebut tidak tahu darimana asalnya. “Kata polisi bukan bom, tapi bisa meledak. Waktu benda itu masuk, meledak dan mengeluarkan asap. Saya langsung membuangnya ke kolong rumah,” tambahnya.

Mendapati kejadian tersebut, pasangan suami-istri itu melapor ke ketua RT setempat. Warga sekitar yang mendengar suara itu, mendadak heboh dengan mencari sumber suara.

Ketika dilakukan pencarian, warga kembali menemukan benda yang sama namun tidak meledak. Saat ditemukan benda tersebut di tengah lapangan yang berada di pemukiman padat penduduk serta berjarak 20 meter dari rumah Sobri.

Sementara itu, Kasat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Arif belum bisa memastikan benda apa yang meledak tersebut. Hanya saja, usai menerima laporan pihaknya langsung melakukan mendatangi lokasi dan mengevakuasi benda tersebut.

Namun petugas sudah diturunkan ke lokasi dan melakukan evakuasi benda lainnya yang belum meledak. Tidak menutup kemungkinan benda tersebut diduga pelontar, namun pastinya masih dilakukan idenfikasi.

“Sementara ini masih dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Pastinya anggota sudah mendatangi lokasi dan belum ada hasil sebab masih penyelidikan,” singkatnya. Korankito.com/depe.

AN