Bandar Sabu Berduel Dengan Polisi

Tersangka saat digiring petugas kepolisian. KORANKITO/IST.

Palembang- Guna meloloskan diri dari cengkraman petugas kepolisian. Andi alias Bondan (24) yang merupakan bandar narkoba jenis sabu-sabu nekat mengajak anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kemuning Palembang yang menangkapnya berduel.

Kendati sudah berduel, Andi tetap saja diamankan oleh aparat kepolisian dan akhirnya digelandang ke Mapolsek Kemuning Palembang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Minggu (3/12) malam.

Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert P Sihombing mengatakan tertangkapnya tersangka berawal dari anggotanya melakukan patroli rutin di seputaran lokasi penangkapan Jalan AKBP H Umar, Kecamatan Kemuning Palembang.

“Melihat ada polisi, dia melarikan diri dan membuang bungkusan. Setelah berhasil kita tangkap, pelaku belum juga menyerah dan mengajak anggota untuk berkelahi,” ujar Kapolsek saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Kemuning, Senin (4/12) siang.

Robert menambahkan, berkat kesigapan anggotanya pelaku berhasil dibekuk dan dibawa ke Mapolsek Kemuning guna diperiksa lebih lanjut. “Dari tangannya kita amankan barang bukti berupa sembilan paket narkoba jenis sabu,” tambah Robert.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengembangan dan menangkap tempat tersangka mengambil barang haram itu. “Tersangka mengaku mengambil sabu di kawasan 14 Ilir. Akan kita kembangkan  untuk menangkap bandar besarnya,” tutur Robert.

Masih dikatakan Robet, akibat perbuatannya itu tersangka akan dikenakan Pasal 114 Ayat I dan Pasal 112 Ayat II UU No35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Tersangka ini menjual narkoba kepada teman-teman yang hanya dikenalinya,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka Bondan mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, mengajak petugas berkelahi dikarenakan terkejut saat akan ditangkap oleh polisi. “Saya terkejut Pak, makanya melawan  dan berkelahi,” beber tersangka.

Dirinya menyebutkan, sudah tiga bulan menjual barang haram tersebut dan uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Hasilnya saya gunakan untuk membeli pakaian dan makan sehari-hari Pak,” jelasnya.

Bondan menjelaskan, sabu-sabu itu didapatnya dari seseorang yang bernama Daud warga 14 Ilir, Kecamatan IT I Palembang. “Sepaket besar saya beli Rp500 ribu, terus saya bagi-bagi menjadi tujuh paket Pak. Untungnya sekitar Rp100-200 ribu,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN