Korban Sempat Dijemput Almarhum Neneknya

Korban ketika dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Sebelum Haris Fuady alias Fuad (19) meninggal dunia, sempat mengalami kejadian yang aneh. Dimana rumah korban didatangi oleh neneknya dan mengajaknya pergi kesuatu tempat. Hal tersebut diungkapkan paman korban Hendi Handoko

“Cerita dari keluarganya, sekitar dua atau tiga hari yang lalu saat duduk santai bersama keluarga. Tiba-tiba, korban mengatakan kenapa nenek tidak disuruh masuk, dibiarkan berdiri depan pintu, dan neneknya itu mengajaknya (korban) pergi,” katanya.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Sontak kejadian itu, membuat kaget keluarga lain. Sebabnya diketahui nenek Fuad sudah tiada. “Kalau neneknya sudah meninggal sekitar dua atau tiga bulan yang lalu Pak,” tambah Handoko ketika ditemui di rumah duka.

Handoko mengatakan pihak keluarga mendapatkan kabar Fuad meninggal dunia sekitar pukul 22.00, dan sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. “Kami (keluarga) menganggapnya ini sebuah musibah,” jelasnya.

Kendati demikian, ketika disinggung penyebab meninggalnya Fuad dikarenakan kesurupan, ia mengatakan  korban tidak memiliki riwayat penyakit seperti itu. “Selama ini tidak pernah dia mengalami kesurupan atau hal-hal semacam itu. Riawayatnya pun tidak ada,” ungkap Handoko.

Dirinya menduga, keponakannya meninggal dikarenakan faktor kelelahan saat mengikuti kegiatan tersebut. “Ada temannya bilang, kalau dipaksa terus berjalan. Istirahat sebentar, terus jalan lagi, istirahat sejenak dilanjutkan jalan lagi,” ungkapnya.

Masih dikatakan Handoko, pihak keluarga masih menunggu hasil visum  dari pihak rumah sakit. “Kita belum tahu tindakan kedepannya. Kita pertanyakan kewenangan panitia untuk menghentikan korban mengikuti kegiatan karena kondisinya yang sakit,” tuturnya.

Meninggalnya Fuad saat mengikuti kegiatan pra lapangan pendidikan dan latihan dasar angkatan XIX Tahap I Himpal Bahtera Buana Polteknik Negeri Universitas Sriwijaya meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya.

Terutama ibu kandungnya Nurhayati. Isak tangisnya pecah melihat tubuh anak ketiganya itu sudah terbujur kaku berbungkus kain kafan yang ada dihadapannya. Ia seakan-akan tak percaya anak kesayanganya sudah tiada.

Sama halnya dirasakan oleh ayah kandung korban Masrukhim. Meskipun terlihat begitu tegar menerima kenyataan anaknya sudah meninggal, namun raut kesedihan nampak dimukanya. Tak sekali-kali, ia terlihat menyeka air matanya yang menetes di pipi.

Pantauan Koran Kito di rumah duka yang berada di Jalan Jambu Sukorejo, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) III, Palembang, Minggu (3/12) siang. Pascakabar meninggalnya Fuad, lokasi rumahnya dipenuhi oleh pelayat yang datang memberikan belasungkawa.

Tak hanya tetangga sekitar tempat tinggalnya. Ucapan belasungkawa pun datang dari teman-teman semasa hidup Fuad, baik dari SMA maupun sesama menimba ilmu di Polteknik Negeri Universitas Sriwijaya.

Dengan dibawa menggunakan mobil ambulan milik tempatnya belajar saat ini dan diiringi ratusan pelayat yang hadir. Jasad Fuad diantarkan ke tempat istirahat terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning, Kecamatan IB I Palembang. korankito.com/depe.

AN