Neru Dibekuk Polisi Saat Curi Motor

Tersangka saat diamankan di Mapolsek SU II Palembang. KORANKITO/IST.

Palembang- Nasib apes dialami Neru (20). Saat melancarkan aksi pencurian sepeda motor di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan SU I Palembang dirinya diringkus pihak kepolisian yang sudah melakukan pengintaian terhadapnya.

Meski sudah berada digenggaman petugas Unit Reskrim Polsek SU I Palembang, tersangka tetap berusaha kabur. Tak pelak, ia terpaksa dilumpuhkan dengan dua butir timah panas di kaki bagian sebelah kiri.

Berita Sejenis

Lima Bulan Buron, Udit Ditembak Polisi

Ingin Punya Vespa, Feri  Gondol Motor Teman

Angkut Curi Motor Bersama Pacar

1 daripada 35

Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestikan Hidayat melalui Kanit Reskrim Iptu Alkap membenarkan pihaknya menangkap satu tersangka pencurian motor sedang melancarkan aksinya di lokasi penangkapan.

“Kita terpaksa memberikan tindakan tegas karena pelaku berupaya melawan, serta tidak mengindahkan tembakan peringatan ke udara,” katanya saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek SU I Palembang, Selasa (28/10) siang.

Alkap menyebutkan, tersangka bersama teman-temannya yang masih buron memang sudah menjadi target operasi (TO) pihaknya. Oleh karena itu, saat mengetahui keberadaan pelaku, pihaknya langsung melakukan penangkapan.

“Untuk nama kedua teman tersangka sudah kita kantongi dan masih dalam pengejaran. Kita imbau untuk segera menyerahkan diri, karena kalau dapat dan melawan kita tak segan-segan memberikan tindakan tegas,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk barang bukti pihaknya mengamankan sepeda motor Yamaha Mio J hasil dari aksi tersebut. “Tersangka akan kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara,” tuturnya.

Sementara, tersangka Neru mengatakan, perannya hanya mengawasi situasi saat kedua rekannya sedang beraksi. “ Yang melakukannya teman saya Pak, saya hanya mengawasi situasi saja,” ujarnya.

Saat ditanya sudah berapa kali dirinya melakukan aksi pencurian sepeda motor. Neru mengaku sudah tiga kali bersama temannya.

“Di kawasan Semerudua kali dan di Lorong Sawah satu kali Pak, motor hasil curiannya kami jual di Talang kepala. Setiap motor terjual saya dapat jatah Rp400 ribu. Uang itu untuk jajan saya sehari-hari dan sudah habis,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN