Staf TU SMPN 19 Diduga Paksa Murid Bayar Buku Pelajaran

KORANKITO/IST.

Palembang- Sejumlah wali murid resah dengan ulah Staf Tata Usaha Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Palembang yang diduga memaksa siswa membayar buku pelajaran yang tak dibeli dengan cara menahan nomor ujian siswa.

“Anak saya pulang sekolah nangis-nangis, karena belum dapat nomor ujian. Kata anak saya, harus membayar buku pelajaran fisika seharga Rp56 ribu, yang dibagikan, baru mendapatkan nomor ujian,” jelas wali murid yang enggan disebutkan namanya ini.

Ia menerangkan, padahal anaknya tidak pernah membeli buku tersebut. Buku pelajaran itu awalnya dibagi-bagikan oleh Staf TU SMPN 19 Palembang. Namun, berapa hari setelah pembagian siswa diminta membayarnya.

“Wali kelas anak saya sempat bilang kepada muridnya. Kalau buku itu disuruh membayar, silahkan kembalikan saja Nak. Anak saya sudah kembalikan buku itu, ke Staf TU karena tidak sanggup membayarnya,” tegasnya saat ditemui di kediamannya.

Beberapa waktu yang lalu, sambungnya, anaknya kembali mendapatkan buku pelajar tersebut, yang dibagikan oleh Staf TU SMPN 19 Palembang.

“Jelas kami merasa keberatan, karena memang tidak merasa membelinya. Disini seperti ada unsur pemaksaan unuk membayar, dengan cara menahan nomor ujian. Kalau sudah seperti ini, anak-anak minta dibayarkan,” terangnya.

Ditambahkan anaknya yang merupakan pelajar SMPN 19 Palembang, apabila belum membayar buku tersebut, nomor ujiannya tidak dapat diberikan. “Yang bagikan nomor ujian tadi Ketua Kelas. Katanya (ketua kelas) yang belum dapat nomor, harus bayar buku dengan ibu guru TU,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SMPN 19 Palembang Maju Partogi Simanjuntak mengatakan tidak ada tindakan jual buku di sekolahnya. “Malah kami bagikan secara gratis setiap satu mata pelajaran. Berdasarkan program dari pemerintahan,” jelasnya.

“Nanti saya cek dulu, kalau saja ada oknum yang nakal. Karena saya baru disini,” tambahnya.

Mengenai nomor ujian, ia menyebutkan nomor ujian tersebut hanya sebatas untuk menertibkan siswa. “Nomor ujian itu sifatnya hanya menertibkan saja. Agar siswa mengetahui tempat duduknya dimana. Hanya sebatas itu saja, tidak ada kaitannya dengan buku,” ungkpanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, seluruh siswa diwajibkan untuk ikut ujian. “Surat edaran dari Kadis tidak ada istilah jual buku dan seluruh siswa diwajibkan untuk ikut ujian. Besok kami akan sidak ke sana,” tegasnya. Korankito.com/depe.

AN