Dituntut 6 Tahun, pemuja sabu tertunduk Lesu

Kedua terdakwa saat menjalani persidangan di PN Palembang. KORANKITO/DIE.

Palembang – Didi (39) dan Untung Suryono (40), dua terdakwa kasus narkotika jenis sabu menjalani persidangan dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas I Palembang, Senin (27/11).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Devianti Iteria menuntut terdakwa Didi yang merupakan pengguna barang haram sabu tersebut dengan hukuman penjara hanya 6 tahun dan denda 1 milyar. Hukuman itu diketahui lebih tinggi setahun dari hukuman minimal.

Berita Sejenis
1 daripada 70

Mendengarkan tuntutan itu, terdakwa Didi pun langsung tertunduk lesu.

Sementara terdakwa Untung yang merupakan penjual, dituntut dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan 6 bulan.

JPU menjerat kedua terdakwa dengan pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yang berbunyi “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dipidana penjara maksimal seumur hidup, penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar”.

“Menuntut terdakwa Didi dengan pidana penjara selama 6 tahun subsider 1 bulan penjara. Sedangkan untuk terdakwa Untung selama 7 tahun dan 6 bulan subsider 1 bulan penjara,” tegas Devianti.

Usai mendengarkan tuntutan tersebut, majelis hakim menyatakan sidang ditutup dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan.

Diketahui sebelumnya, kedua terdakwa warga Jalan Taqwa Lorong Purwo 1 RT 09/06, Kecamatan Kalidoni itu dibekuk oleh aparat Ditres narkoba Polda Sumsel tak jauh dari kediamanya. Dari tangan Untung suryono didapat 26 paket sabu. Sedangkan dari tangan Didi, polisi hanya menemukan satu paket sabu seharga Rp150 ribu. die

AN