Perampok Sadis Satroni Rumah Mewah di 2 Ilir

Korban saat akan dievakuasi petugas ke rumah sakit. KORANKITO/IST.

 

-Penjaga Rumah Ditemukan Tewas Terjerat Tali Pinggang

Palembang- Kawanan pelaku perampokan menyatroni rumah mewah yang berada di Jalan Urip Sumoharjo, No 1211, RT 13, RW 05, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Senin (27/11) sekitar pukul 14.00.

Berita Sejenis
1 daripada 21

Akibat kejadian tersebut, Abdul Aziz (24) warga Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin yang sehari-hari menjaga rumah milik Amri Ansori tersebut ditemukan tewas di perkarangan rumah dengan kondisi leher terjerat ikat pinggang.

Namun, untuk total kerugian belum dapat diperkirakan, karena pemilik rumah sedang berada di Jakarta. Hanya saja, sepeda motor Honda Revo milik Aziz raib dibawa kabur kawanan pelaku.

Menurut keterangan saksi Anna Yuliana (56) yang tinggal tak jauh dari lokasi dan merupakan besan pemilik rumah menyebutkan, sebelum penemuan jasad Aziz, dirinya melihat empat pemuda yang berada di sekitar rumah tersebut.

“Dua memanjat pagar Pak, duanya lagi menunggu di warung depan rumah itu. Saya sempat meneriaki mereka, hei kenapa kamu manjat pagar,” ucap Anna ketika dimintai keterangan oleh petugas di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, sebelum mereka kabur. Salah satu pemuda itu, sempat mengatakan ada mayat tergeletak di perkarangan rumah mewah itu. “Yuk, ado mayat disana,” kata Anna menirukan ucapan salah satu dari pemuda tersebut.

Dirinya mengatakan, setelah mengintip ternyata benar ada sesosok. Ia pun meminta bantuan warga sekitar dan memanggil kakaknya. “Saya lihat betul salah satu dari mereka. Rambutnya warna kuning dan tangan ada gores-goresan,” tambahnya.

Ketika disinggung apakah keempat pemuda tersebut memasuki lokasi. Kepala SDN di Kota Palembang ini menyebutkan tidak mengetahui secara pasti. Ia hanya melihat dua orang memanjat pagar dan mengintip kedalam rumah.

“Jika memang mereka tidak ada kaitan dengan kejadian ini, mengapa mereka lari. Saya tidak menuduh mereka, hanya mereka lari setelah saya pergoki mengintipi rumah itu,” ungkap Anna.

Di sisi lain, petugas keamanan kantor yang berada di depan lokasi Adi Wijaya menyebutkan, memang melihat dua orang pemuda. “Sempat mendatangi saya, dan bilang ada mayat. Tapi saya tidak menanggapinya, kirai hanya main-main,” ujarnya.

Sementara itu, Menantu Pemilik Rumah Syifa (30) mengatakan rumah tersebut merukapakan milik mertuanya Amri dan memang dalam keadaan kosong dan dijaga oleh korban Aziz.

“Ayah saya lagi di Jakarta. Rumah ini kosong, tapi ada penjaga namanya Aziz. Dia tinggal di belakang rumah ini. Saya tidak tahu kejadiannya seperti apa, hanya mendapatkan kabar sekitar pukul 14.00,” tuturnya.

Berdasarkan data dihimpun, kondisi pintu utama rumah mewah tersebut tidak rusak dan masih terkunci. Namun, petugas mendapati kondisi jendela samping dalam keadaan rusak dan besi terali jendela terpotong.

Ketika petugas memasuki rumah, ternyata jendela yang rusak berada di kamar utama yang sudah dalam keadaa berantakan. Namun, belum  diketehaui benda apa saja yang hilang diambil kawanan pelaku.

Kepala SPKT Polresta Palembang Ipda Dennie saat di temui di lokasi mengatakan, setelah menerima laporan dari warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Korban meninggal diduga dibunuh kawanan pelaku. Kemungkinan korban memergoki kawanan pelaku ketika melancarkan aksi pencurian,” ujar Dennie.

Ia menyebutkan, hasil olah TKP petugas menemukan sejumlah peralatan seperti pisau dan alat pemotong besi yang diduga merupakan milik para pelaku. Karena saat ditemukan berada di dekat pintu samping rumah.

“Kita juga temukan potongan besi terali. Belum diketahui sudah berapa lama korban meninggal. Kemungkinan sudah berjam-jam. Korban sudah kita bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum,” tutupnya. korankito.com/depe

AN