Pencuri Motor di Area JSC Dihadiahi Timah Panas

Tersangka saat menjalani pemeriksaan di ruang piket Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang. KORANKITO/CR2.

Palembang- Budi Nawan (28) spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap kali beraksi di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), harus merasakan timah panas petugas kepolisian Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang.

Sebabnya, Budi berupaya melawan serta kabur dari petugas kepolisian yang melakukan penangkapan di kediamannya Perumahan Ogan Permata Indah (OPI), Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) Palembang, Sabtu (25/11) malam.

Berita Sejenis

Lima Bulan Buron, Udit Ditembak Polisi

Ingin Punya Vespa, Feri  Gondol Motor Teman

Angkut Curi Motor Bersama Pacar

1 daripada 35

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Ranmor Iptu Mardanus membenarkan pihaknya mengamankan satu tersangka kasus curanmor. Selain tersangka, pihaknya menyita barang bukti satu sepeda motor Honda Beat nopol BG 3143 JAC.

“Setelah menerima laporan korban, kita lakukan penyelidikan dan mengamankan satu orang tersangka. Dia terpaksa diberikan tindakan tegas, karena melakukan perlawanan ketika akan ditangkap,” jelas Mardanus ketika dikonfirmasi, Minggu (26/11) siang.

Mardanus menjelaskan, modus yang digunakan tersangka dengan cara mengincar korban yang masuk kedalam area JSC. Setelah dinyatakan aman barulah teman tersangka berinisial A mengambil motor tersebut menggunakan kunci latter T.

“Kita masih melakukan pengejaran terhadap satu orang tersangka yang identitasnya sudah kita kantongi. Untuk tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman kurungan diatas lima tahun penjara,” tuturnya.

Sementara itu, tersangka Budi mengakui perbuatannya. Ia mengatakan terpaksa ikut melakukan pencurian motor bersama A, dikarenakan tidak mempunyai pekerjaan serta uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Saya hanya bertugas mengawasi saja. Sedangkan A yang bertindak mengambil motor itu. Motor itu dijual seharga Rp2,5 juta di kawasan Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I Palembang. Saya hanya dapat bagian Rp2,5 juta, uangnya sudah habis untuk makan,” pungkasnya. Korankito.com/cr2/depe.

AN