Dewi Perssik Diamuk Warga. Ada Apa Ya?

Dewi Perssik

Dewi Perssik dianggap berulah. Bukan pamer goyangan hot atau ribut dengan artis, tapi mobil artis yang akrab disapa Depe itu masuk ke jalir Transjakarta atau Busway. Jadilah ia diamuk warga, karena orang sekitar tak terima.

Tak mau berita semakin berkembang ke arah tidak benar, Depe buru-buru klarifikasi melalui akun media sosial. Ia menjelaskan alasan mobilnya masuk jalur Busway.

“Begini ceritanya… sy lagi minta bantuan patwal utk mengawal kita ke rumah sakit fatmawati dikarenakan asma kabuh sesak nafas asisten sy. Kemudian polisi yg mengawal kami.. menyarankan agar kami melalui jalur busways atau transjakarta, didepan mall pejanten village, tepat pukul 19.30 wib kami minta pada penjaga busway yang arogan itu utk membuka pintu jalur busways dikarenakan darurat, tapi kami tdk didgr dan bahkan dia sambil bernada tinggi meminta aa @anggawijaya88 turun dr mobil,” tulisnya.

”Lalu yg sy dgr aa bilang kami dalam pengawalan polisi, si penjaga busway bernada tinggi bilang kami bohong mana polisinya trus dada si penjaga bushway itu didorongkan ke dada @anggawijaya88 lalu si aa tdk menggubris krn kami masih sadar bahwa kami public figur,” lanjut Depe.

Rupanya suasana semakin memanas setelah sejumlah warga dan ojek online mendekat ke mobil Depe. Saat sang kekasih dipojokkan, Depe marah dan keluar mobil lalu menarik sang kekasih.

”Kamipun punya alasannya kok knp dijalur busway, sy siap utk mempertanggungjwbkan apa yg terjadi krn mmg kita dikawal dan bukan asal2an lewat jalur busway TANPA PERINTAH, yg sy kecewa knp warga tdk mendengarkan penjelasan kami terlebih dahulu ???? Knp malah mau main hakim sendiri ????” tutupnya dengan nada kesal.

Mobil masuk ke jalur busway memang dilarang. Dirlantas Polda Metro Jaya memberikan sanksi tegas kepada pengendara yang melintas di jalur Busway dengan melakukan sistem penilangan warna biru.

Artinya pengendara yang melanggar lalu lintas dijalur itu harus melaksanakan kewajibannya membayar denda Rp500 ribu atau sanksi pidana paling lama kurungan dua bulan. Sanksi tersebut tertuang dalam pasal 287 UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. O tri

AN