Bisa Dipercaya

Sabu Asal Malaysia Diblender Oleh BNN Sumsel

Kepala BNN saat akan melakukan pemusnahan sabu asal Malaysia. KORANKITO/CR2.

Palembang- Sebanya 489 gram sabu asal Malaysia yang didapat dari seorang kurir Vita Juliani warga Penjaringan Jakarta Utara yang hendak dipasarkan di kota Palembang dimusnakan Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sumatera Selatan dengan cara diblender dan dicampur dengan menggunakan deterjen, Selasa (21/11) sekitar pukul 13.15.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Antoni Hutabarat didampingi Kepala BPPBC TMP B Palembang Meidy Kassim mengatakan, sebelum memunaskan barang bukti sabu tersebut. Pihaknya terlebih dahulu melakukan tes untuk mengetahui kandungan Meta Apetaminnya setelah dilakukan tes dengan dicampur zat kimia, warnanya pun berubah menjadi biru.

Berita Sejenis

1500 Ekstasi Diamankan di Dalam Bus AKAP

Butuh Uang, Pengangguran Antarkan Pesanan Sabu

Bandar Sabu Berduel Dengan Polisi

1 daripada 41

” Ya setelah dites oleh petugas, ternyata benar sabu ini asli mengandung Meta Apetamin dan warnanya pun berubah menjadi warna biru,” katanya setelah pemunsahan barang bukti narkoba diaula BNN Sumsel.

Diakuinya, pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan serahan dari pihak Bea Cukai. “Sedangka untuk tersangkanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk dilakukan pengembangan,” ujarnya.

Antoni mejelaskan,  VJ ini berhasil ditangkap oleh tim bea cukai. Dimana tertangkapnya VJ ini adanya laporan informasi warga yang mengatakan akan ada kedatangan seorang penumpang perempuan bernama Inisial VJ, yang diduga sebagai kurir narkotika membawa narkoba secara ilegal dengan mengunakan perawat Air Asia Flight AK 453 dari Kuala Lumpur hendak menuju Palembang.

Masih dikatakannya, modus yang dilakukan VJ dalam membawa narkoba tersebut dengan cara menyelundupkan sabu sebanyak 10 paket berbentuk capsul, dengan seberat 489 gram, dimana 2 kapsul ukuran besar berisi sabu disimpan didalam celana dalamnya dan 8 kapsul ukuran kecil berisi sabu disimpan didalam anusnya.

“Jadi pertama kali kita menemukan sabu 2 paket bentuk kapsul dicelana dalam. Karena masih curiga kita melakukan tes rogen kembali, nah pas dilakukan rogen kembali dalam anusnya kita menemukan 8 paket sabu belum capsul,” ungkap

Atas ulahnya, lanjut Antoni, tersangka akan dijerat Pasal 102 Huruf E UU No 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU No 10 tahun 1995 tentang kepabeanan dan pasal 112, 113, 114. Atau 115. UU No 35 tahun 2019 tentang narkotika, “ Ancaman hukuman mati,” tegasnya.

Sementara Kepala KPPBC TMP B, Palembang Meidy Kassim mengatakan dari hasil pengakuan VJ, tersangka ini sudah dua kali mengantar sabu ke Jakarta via translate bandar Palembang.

Namun untuk keduanya kalinya VJ pun berhasil dibekuk, “ Tersangka ini kedapatan membawa sabu didalam celananya, merasa masih curiga kami pun melakukan USG, dan benar saja ada gumpalan shabu di dalam anusnya. Setelah berhasil dikeluarkan, langsung kami gelandang ke BNNP Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” singkatnya.

Sedangkan tersangka VJ mengakui perbuatannya, dimana aksi nekat yang ia lakukan lantaran dirinya sudah kecanduan akan keuntungan yang besar dari bisnis barang haram tersebut. “ Saya ini TKI Pak. Disana saya dipaksa menjadi kurir sabu. Setiap mengirim sabu, saya diupah Rp15 juta jika sampai ke pembeli,” ungkapnya.

Dijelaskannya VJ,  kalau sabu yang ia bawa adalah milik DD warga Malaysia, yang akan diantar ke Jakarta ke seseorang bernama CL, “ Sudah 6 kali saya mengantar sabu ini Pak, 4 kali ke Cina, dan 2 kali ke Jakarta. Dan kali ini saya gagal berhasil ditangkap petugas di Palembang,” sesalnya. Korankito.com/CR2/depe.