Plt Dirut BJB Syariah Ditetapkan Sebagai Tersangka

KORANKITO/IST.

Jakarta- Direktorat Tipikor Bareskrim Polri menetapkan Plt Direktur Utama BJB Syariah berinisial YG sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pencairan kredit fiktif di tempatnya bekerja.

“Kita sudah lakukan gelar perkara untuk kasus BJBS ini. Hasilnya, kita menaikan status YG sebagai tersangka,” kata Kasubdit V Dittipikor Bareskrim Polri Kombes Pol Indarto, Selasa (21/11) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Ia menyebutkan, selanjutnya akan menggelar rapat kembali untuk menentukan langkah yang akan dilakukan kedepannya menindaklanjuti hasil gelar itu. Dirinya juga menyebutkan akan memeriksa saksi-saksi dalam waktu terdekat.

“Hasil penyelidikan, untuk sementara kerugian diperkirakan mencapai Rp628 M,” tambah Indarto.

Bareskrim sudah menggeledah kantor pusat BJBS Bandung dan kediaman YG yang berada di Bandung. Hal tersebut dilakukan, terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pemberian kredit Bank BJB Syariah kepada pihak PT Hastuka Sarana Karya (HSK) periode 2014-2016 dalam proyek Garut Super Blok. Dari kedua tempat yang digeledah tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah dokumen.

Saat proses pencairan kredit senilai Rp566,45 M. Diduga, pihak BJB Syariah tidak melakukan sesuai prosedur, dimana PT HSK selaku debitur tidak memberikan agunan kepihak bank.

Untuk memuluskan hal tersbut, PT HSK menyertakan seolah-olah 161 pihak pembeli ruko di area pusat perbelanjaan Garut itu. Namun, dalam perjalanan 161 kredit debitur mengalami kemacetan. Korankito.com/net.

AN