Bisa Dipercaya

Beli Sabu, Pasutri Mendekam di Bui

Para tersangka saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek IT I Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Pasangan suami-istri yakni Angga Dwi Hartono (40) bersama istrinya Indra Dina (37), warga kawasan Kecamatan Plaju Palembang ini, harus mendekam di sel tahanan. Lantaran ulahnya yang membeli narkoba jenis sabu-sabu.

Keduanya ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek IT I Palembang di Jalan Ali Gatmir, Kecamatan IT I Palembang, Senin (20/11) sekitar pukul 20.00, saat hendak pulang ke rumahnya usai membeli sabu di kawasan 13 Ilir.

Berita Sejenis

1500 Ekstasi Diamankan di Dalam Bus AKAP

Butuh Uang, Pengangguran Antarkan Pesanan Sabu

Bandar Sabu Berduel Dengan Polisi

1 daripada 41

Kepada petugas kepolisian, Angga mengatakan untuk mengelabui polisi. Barang haram tersebut disimpannya di dalam bra istrinya. “Saya suruh dia (istrinya) untuk disimpan didalam bra, agar tidak ketahuan polisi,” ungkap Angga, Selasa (13/11) siang.

Kendati demikian, kedok kedua pasutri ini tetap saja terbongkar setelah polisi wanita (polwan) melakukan penggeledahan di tubuh Dina. Petugas menemukan satu paket sabu seharga Rp300 ribu dari dalam bra wanita tersebut.

Angga mengaku, sudah sejak tiga bulan terakhir menggunakan sabu. Rencananya narkoba itu hendak dipakainya bersama di kediamannya. “Kalau saya bia enak bawa mobil, karena saya sopir travel. Kalau istri hanya saya ajak saja Pak,” tuturnya.

Di lain tempat. Unit Reskrim Polsek IT I Palembang juga mengamankan Herianto (29) warga Jalan Hoki, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I Palembang yang kedapatan membawa 10 paket sabu seharga Rp10 juta.

Dirinya mengaku, tidak mengetahui harga barang tersebut. Hanya saja ia ditugaskan mengambil sabu itu di Penginapan Rambang, kamar nomor 14. “Saya ambil kunci di petugas penginapan, dan ambil sabunya dibawah bantal,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, sabu itu rencananya akan diantarkan kepada seseorang. Namun, belum bertemu dengan orang yang akan mengambil barang itu, dirinya terlebih dahulu ditangkap polisi. “Saya hanya mendapatkan upah sebesar Rp200 juta,” jelasnya.

Selain itu, petugas juga berhasil menangkap dua beradik yakni Joko (30) dan Candra (27). Keduanya ditangkap usai membeli sabu di Jalan Ali Gatmir, Kecamatan IT I Palembang.

Kapolsek IT I Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa mengatakan, kelima tersangka yang diamankan merupakan hasil ungkap kasus narkoba oleh jajarannya dalam waktu satu pekan.

Ia menyebutkan, kelima yang diamankan dua diantaranya pasutri, dua lagi kakak beradik dan satu merupakan kurir. Kini para tersangka sudah diamankan di Mapolsek IT I Palembang guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Para tersangka akan dikenakan Pasal 112 UU Narkotika No35 Tahun 2012 dengan ancamana diatas lima tahun. Sementara untuk tersangka A akan dikenakan pasal berlapis, dikarenakan ditemukan sebilah sajam di dalam celana dalamnya,” kata Kapolsek. Korankito.com/depe.