Ratusan Peserta Ikuti Tri Lomba Pramuka

Para anggota Pramuka dari berbagai SMA sederajat di Kota Palembang mengikuti tri lomba yakni Pioneering mini, MTQ dan LTBB yang diadakan oleh Kwartir Cabang Kota Palembang. Foto/ejak

Palembang – Sebanyak 920 Praja Muda Kirana (Pramuka) dari 43 sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kota Palembang mengikuti tri lomba yakni Pioneering mini, MTQ dan LTBB yang diadakan oleh Kwartir Cabang Kota Palembang.

Lomba ini sendiri berlangsung selama dua hari sejak 19-20 November di Bumi Perkemahan Cadika yang terletak di jalan Srijaya Palembang. Lomba ini sendiri diikuti oleh 43 sekolah jenjang SMA/sederajat yang mempunyai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Pramuka.

Seketeris Pramuka Kwartir Cabang Kota Palembang Agus Kelana mengatakan, lomba ini sendiri diikuti oleh kurang lebih 920 orang Pramuka dari 43 sekolah, dimana tiap sekolah diwajibkanmengirim dua tim yang berisi minimal tiga orang dalam tiap timnya.

“Mereka akan mengikuti tri lomba yakni pioneering (bangunan darurat) mini menggunakan stik bambu, membaca dan tulis Al-Qur’an (MTQ) serta lomba teknik baris berbaris (LTBB) untuk memperebutkan tropi dan piagam penghargaan,” ujarnya, Senin (20/11).

Dikatakannya, tri lomba ini sendiri merupakan agenda tahunan, namun pada 2016 silam sempat vakkum karena ketiadaan dana. “Tahun ini baru kita gelar kembali karena dananya sudah ada. Lombanya setiap tahun bervariasi tergantung ART-nya,” ulasnya.

Sementara untuk tim jurinya, lanjutnya, pihaknya melilbatkan dewan kerja Kwartir Cabang Kota Palembang dan TNI serta personel kepolisian. “Pesertanya kita batasi mengingat dana dan waktu penyelengaraannya. Serta juri dari TNI dan Polri juga mempunyai tugas mereka masing-masing, yang tidak mungkin kita fokuskan terus-menerus di sini,” akunya.

Sementara itu, ketua tim juri Sujasmin A N menambahkan, ada beberapa hal yang penting dalam penilaian tri lomba ini seperti pada pioneering yang pihaknya nilai adalah dari ikatan simpul serta kekukatan bangunan yang dibuat para peserta. Sementara untuk LTBB yang dinilai yakni keseragaman pakaian, gerakan serta aba-abanya.

“Untuk MTQ ada juri khusus. Kita harapkan yang keluar menjadi pemenang adalah orang-orang yang terbaik,” harapnya. korankito.com/ejak

AN