Sakit Hati, Solihin Curi Motor Paman

Tersangak curanmor Solihin (27) dan Dwi Chandra (28) saat di Polsek IT II Palembang. Foto/depe

Palembang- Berdalih sakit hati, Solihin (27) nekat mencuri sepeda motor Honda Beat milik pamannya sendiri yakni Muhammad Sofian (40) warga Jalan Mangku Bumi, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

Akibat ulahnya itu, Solihin bersama Dwi Chandra (28) harus meringkuk di sel tahanan setelah diringkus Unit Reskrim  Polsek IT II Palembang di kediaman masing-masing, Jum’at (17/11) sekitar pukul 20.00.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 43

Kapolsek IT II Palembang Kompol M Hadiwijaya melalui Wakapolsek AKP Sujono mengatakan, tersangka mencuri sepeda motor dikarenakan sakit hati dengan korban yang tak lain adalah pamannya sendiri.

“Dia sakit hati, mungkin sebelumnya ada terlibat selisih paham dengan korban. Jadi, tersangka S berpura-pura meminjam motor dan menduplikatkan kunci kontak motor tersebut,” katanya saat gelar perkara, Sabtu (18/11) siang.

Ia menyebutkan, setelah kunci kontak diduplikat. Tersangka S menyuruh temannya D untuk mencuri sepeda motor tersebut. “Tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan diatas lima tahun,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka Solihin mengakui perbuatannya itu. Ia mengatakan, dari pencurian motor tersebut dirinya hanya mendapatkan uang sebesar Rp400 ribu. “Saya dikasih dia (Dwi) uang Rp400, motornya dipakai sendiri,” katanya.

Ia menyebutkan, sepeda motor yang ia curi tersebut merupakan milik pamannya sendiri. “Baru sekali ini Pak, saya mencuri. Itupun karena sakit hati saja. Jadi kuncinya saya duplikatkan dan menyuruh teman mengambilnya,” pungkasnya. korankito.com/depe

AN