Muratara Tak Kirim Atlet Karate di Porprov, Kenapa Ya ?

Ketua Harian Forki Sumsel, Husni Yoesoef. KORANKITO/NISA.

Palembang – Kabupaten Muratara tidak mengirimkan atlet karatenya pada Porprov XI Sumsel 2017. Hal itu terjadi lantaran pengurus cabang Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) di Kabupaten Muratara belum terbentuk.

“Sekarang kita sudah lakukan sosialisasi di Muratara. Sebenarnya atletnya sudah banyak. Ya, tapi karena tidak ada kepengurusan maka tidak bisa ikut,” kata KetuaHarian Forki Sumsel, Husni Yoesoef, Jum’at (17/11).

Berita Sejenis

Pagaralam Akhiri Puasa Emas Cabor Sepakbola

Musirawas Raih Emas Perdana Voli Indor 

1 daripada 6

Ditambahkan pria yang juga juara tiga kejuaraan dunia karate di Kanada Oktober lalu ini, atlet terbanyak yang mengikuti ajang ini yakni dari Kabupaten Lahat dan Palembang. Masing-masing mengirim full team.

“Total 28 atlet,” terang kata pria yang sudah penyandang sabuk Dan VI I.K.G.A ini.

Disebut Husni, ada 17 kelas karate yang akan dipertandingkan dalam Porprov. Diantaranya kata perorangan, kata beregu, kumite -60 kg, -67 kg, -75 kg, -80 kg, serta +80 kg.

“Semua kategori putra dan putri. Kategori kata 16-21 tahun, serta kumite 17-21 tahun, sesuai dengen peraturan kita yang ditentukan KONI,” tuturnya.

Pertandingan tersebut, sambung Husni, akan digelar di Gedung Deskranasda Jakabaring, pada 20-22 November 2017.

“Besok (19/11) kita lakukan technical meeting. Persaingan merata, karena bebas transfer. Semua kontingen berpotensi juara,” tukasnya. korankito.com/nisa/die

AN