Diduga Mabuk, Suami Siri Aniaya Istri Hingga Nyaris Tewas

Korban saat ditemani kakak kandungnya membuat laporan ke pihak kepolisian. KORANKITO/CR2.

Palembang- Diduga pengaruh minuman keras (miras) membuat RG (27) nekat menganiaya Herawati (26) yang merupakan istri sirinya hingga nyaris tewas dan mengalami luka di sekujur tubuh.

Beruntung korban dapat melarikan diri dari penganiayan oleh suaminya, setelah dilerai oleh tetangga sekitar yang mendengar keributan di dalam rumah Herawati.

Berita Sejenis
1 daripada 8

Tak terima dengan yang dialaminya, korban ditemani kakak kandungnya mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk melaporkan suami sirinya tersebut.

Kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang, Herawati yang tinggal di Jala Putri Kembang Dadar, Kecamatan Ilir Barat I ( IB I) Palembang ini, mengatakan kejadiannya berawal ketika terlapor itu mendatangi kediamannya, Kamis (16/11) sekitar pukul 23.00.

Tanpa banyak tanya, RG langsung marah-marah terhadap korban dan menuduhnya berselingkuh dengan pria idaman lain.

Merasa tidak pernah melakukan yang dituduhkan RG, membuat korban pun membantah semua tunduhan tersebut dan terjadilah keributan. “ Awalnya hanya cek-cok mulut saja Pak,” katanya.

Sambungnya, tidak senang karena telah dibantah oleh korban. Membuat terlapor naik darah dan langsung memukul korban secara membabi buta tanpa menghiraukan korban adalah istri sirinya.

“Dia (terlapor) langsung memukuli saya Pak dengan menggunakan tangan kosong. Akan tetapi di jari tangannya ada batu cincin Pak,” tambahnya.

Akibat pukulan itu. Ia mengalami luka di sekujur tubuh seperti pendarahan di bagian telinga sebelah kiri, lebam pipi kiri dan kanan serta lebam di bagian bibir, kemudian luka memar tubuh bagian belakang, tangan sebelah kanan dan kiri serta kepala benjol.

” Saat saya dipukuli, ada tetangga saya Pak. Ana yang masuk kedalam rumah untuk melerai saya. Dan disitulah saya bisa melarikan diri. Karena pada saat kejadian dia memukul saya seperti kesetanan,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap dengan adanya laporan yang dibuat. Petugas dapat menangkap pelaku yang telah melakukan penganiyaan terhadap dirinya.

“Tangkap saja dia Pak, bukan hanya pertama kali ini saja saya dipukuli. Akan tetapi sudah sering, saya sudah tidak tahan dan meminta cerai didepan istri tuanya tapi dia tidak mau,” kesalnya

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Polresta Palembang Ipda Bambang Haryanto membenarkan pihaknya telah menerima laporan.

“Laporannya sudah kita terima, dan selanjutnya akan kita limpahkan ke Unit Reskrim Polresta Palembang untuk ditindak lanjuti. Korban juga sudah kita minta untuk melakukan visum,” pugksnya. Korankito.com/CR2/depe.

AN