UN Dijadwalkan Bulan Februari

Kadisdik Sumsel Widodo. Foto/ejak

Palembang – KORKIT
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana memajukan jadwal ujian nasional (UN) jenjang sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/K) yang biasanya pada bulan april, kini pada 2018 mendatang dijadwalkan pada bulan Februari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo melalui Kepala Bidang SMA Disdik Sumsel Bonny Syafrian mengatakan, memang benar di kementerian tengah hangat membicarakan tentang percepatan jadwal UN tersebut, namun sampai saat ini belum ada arahan khusus.

Berita Sejenis
1 daripada 4.028

“Kalau memang disahkan, jelas kami dukung. Namun secara pribadi, kalau dipercepat, takutnya materi yang diberikan tidak semuanya bisa selesai sampai waktu tersebut,” ungkapnya, Jum’at (17/11).

Sementara untuk tenggat waktu pendaftaran peserta UN sendiri jatuh pada bukan Januari, baik itu sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer(UNBK) maupun menggunakan kertas dan pensil (UNKP). “Data UN 2018 sementara yakni ada 60539 untuk peserta UN SMA, 10936 peserta UN Madrasah Aliyah (MA) dan 26704 peserta SMK,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya berharap akan ada peningkatan untuk sekolah pelaksana UNBK, khususnya jenjang SMA bisa mencapai angka di atas 80 persen Pasalnya, pada UN 2017 lalu hanya sekitar 43 persen dari 323 SMA negeri di Sumsel yang melaksanakan UNBK, sementara untuk jenjang SMK sudah di atas 90 persen dari 113 SMK negeri yang ada di Sumsel. “Untuk angka 80 persen pelaksana UNBK jenjang SMA kita optimis, tinggal kita dorong saja untuk melebihi target tersebut. Mengingat bantuan dari Kemdikbud sudah berangsur didistribusikan,” ulasnya.

Sedangkan untuk kisi-kisi soal, lanjutnya, saat ini sudah disusun ileh BNSP namun belum didistribusikan ke sekolah-sekolah. Sebab, saat ini sekolah-sekolah tengah mengupayakan untuk dapat melaksanakan UNBk baik secara mandiri maupun menumpang ke sekolah lainnya dalam radias 5KM dari sekolahnya. “Kita berharap agar tidak ada lagi yang UNKP seperti di Kota Prabumulih yang sudah 100 persen UNBK,” pungkasnya. (ejak)

AN