Polisi Akan Tes Kejiwaan Dua Penjual Bayi

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang Ipda Henny Kristyaningsih. Foto/cr2

Palembang- Setelah menetapkan Yanti (35), ibu yang tega menjual anak kandungnya sendiri dan Sri (41) yang diduga berperan sebagai perantara sebagai tersangka dan sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolresta Palembang.

Kali ini, kedua tersangka tersebut akan diperiksa kejiwaannya oleh Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang terkait aksi keduanya yang telah menjualkan anak.

Berita Sejenis

DPO Curas Diciduk Saat Tidur

Arena Dadu Kuncang Digerebek Polisi

Copet Pasar 16 Ilir Tekapar Dipelor Petugas

1 daripada 40

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang Ipda Henny Kristyaningsih mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan kepada kedua tersangka.

“Untuk suratnya sudah kita ajukan ke Rumah Sakit Bhayangkara, dan tinggal menunggu persetujuan dari mereka, ” katanya saat ditemuin awak media diruang kerjanya.  Rabu (15/11) siang.

Henny menyebutkan, pihaknya akan melakukan pengembangan atas kasus penjualan anak ini. Terlebih lagi masih mengejar pembeli berinisial A dan B tukang ojek yang juga ikut terlibat dala, perdagangan manusia itu.

Kedua pelaku yang saat ini masih DPO tersebut merupakan saksi kunci utama dalam kasus ini, apakah kasus ini masuk dalam kategori sindikat penjualan bayi atau bukan. Karena kesaksian dua pelaku sangat penting untuk mengungkap kasus penjualan ini.

“Belum bisa disebut sebagai sindikat perdagangan bayi, karena kita masih perlu menggali keterangan dari dua pelaku yang saat ini masih kita kejar. Karena dari pengakuan kedua tersangka yang kita amankan, mereka menjual bayi pada pelaku A,” jelasnya.

Saat ini untuk kedua tersangka sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolresta Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, “ Untuk keduanya terancam pasal perlindungan anak yang ancamannya maksimal 15 tahun kurungan pidana,” tegasnya. Korankito.com/CR2/depe

AN