Gerai Disdukcapil di PS Sepi

Tampak petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang yang melayani warga yang ingin mengurus akta kelahiran, merekam KTP-e , pembuatan akta perkawinan dan akta kematian di salah satu mall di kota Palembang. Foto/rika
Palembang – Sejak resmi mulai dibuka pada Senin (13/11) lalu, gerai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang guna mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang berlokasi di lantai III Palembang Square (PS), terlihat sepi. Salah satu pegawai Disdukcapil Palembang, Dwi Sinta menuturkan, Dari awal tercatat 20 orang yang membuat akta kelahiran, merekam KTP-e sebanyak 4 orang, sementara untuk pembuatan akta perkawinan dan akta kematian belum ada.

“Iya memang tidak banyak, atau bisa jadi banyak warga yang tidak tahu info kalau disini Disdukcapil membuka pelayanan akta kelahiran, akta perkawinan,  akta kematian dan perekaman KTP-e,” katanya.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Diketahui, Khusus pelayanan di Palembang Square,  layanan di buka Senin hingga Jum’at dari pukul 10.00 WIB sampai 17.00 WIB.  “Semua pelayanan tidak dikenakan biaya alias gratis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk perekaman KTP-e,  pihaknya memprioritaskan warga yang belum pernah membuat KTP. Dimana, syaratnya hanya membawa fotokopi kartu keluarga, ini berlaku untuk warga yang berdomisili di Palembang.

“Sedangkan syarat untuk membuat akta kelahiran masyarakat hanya perlu membawa kartu keluarga (nama bayi sudah dalam KK),  KTP orang tua, buku nikah, akta nikah dan surat keterangan lahir. Sedangkan untuk non muslim syaratnya membawa akta perkawinan, membawa KTP dua saksi, ini sudah menjadi kewajiban mereka untuk memiliki akta perkawinan, ” tuturnya. 

Selain itu, untuk akta kematian, lanjutnya, persyaratannya harus membawa surat keterangan kematian dari lurah atau rumah sakit. Yang mana biasanya, akta kematian dibutuhkan untuk mengurus pensiun orang tua, waris dan memberhentikan klaim iuran BPJS Kesehatan.  Untuk proses pembuatan akta kematian cukup tiga hari.

“Nah, proses perekaman KTP-e tergantung data yang masuk ke pusat. Pencetakan akan dilanjutkan ke kantor kecamatan masing-masing,  setelah KTP selesai akan diberikan melalui kantor lurah. Nanti RT masing-masing yang mengantarkan langsung,” pungkasnya. Korankito.com/rika/ria
AN