Belajar dari Internet, Zulkifli Rakit Senapan Serbu AK 101

Tersangka senjata api (senpi) laras panjang serbu jenis AK 101, Zulkifli (44) dan Sario (53) saat gelar perkara oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Foto/depe

Palembang- Mengaku belajar dari internet dan terinspirasi senjata mainan. Zulkifli (44) warga Dusun I, Desa Seratus Lapan, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merakit senjata api (senpi) laras panjang serbu jenis AK 101.

Akibatnya, Zulkifli bersama tersangka lainnya yakni Sario (53) warga Dusun I, Desa Tarjah Indah V, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, harus meringkuk di sel tahanan setelah diringkus Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di kediaman masing-masing.

Berita Sejenis
1 daripada 45

“Saya terinspirasi dari pistol mainan anak. Kemudian saya pelajari dari internet. Selama dua bulan, senjata itu baru selesai di rakit Pak,” ujar Zulkifli ketika gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Kamis (16/11) sekitar pukul 12.00.

Dirinya mengatakan, membuat senjata laras panjang itu hanya bermodalkan besi tua dan kunci roda. Ia menyebutkan, uang yang dihabiskannya tidak sampai satu juta. “Baru tiga bulan ini Pak, membuat senjati api rakitan,” tuturnya.

Ia menyebutkan, setelah senjatanya usai dibuat dirinya menjualkan kepada Yanto yang diketahui merupakan tersangka kasus 365 KUHP dan telah ditangkap Polres Banyuasin. “Saya jual seharga Rp25 juta. Tidak lama dikembalikannya Pak, kata dia rusak,” tuturnya.

Di sisi lain, tersangka Sario mengatakan dirinya merakit senjata api jenis revolver dan sudah tiga unit yang dibuat, dua diantarnya telah terjual. “Saya jual dengan teman, seharga Rp2 hingga Rp2,5 juta per unitnya Pak,” tutur Sario.

Sementara itu, Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Harison Hendra melalui Wadireskrimum AKBP Aziz Andriansyah mengatakan, penangkapan kedua tersangka hasil dari Operasi Sapu Jagat yang dilakukan tanggal 1 hingga 15 November.

“Dari hasil operasi tersebut, kami mengamankan ribuan pucuk senpira. Kalau dua tersangka ini merupakan pengrajin senpira. Penangkapan mereka berawal dari informasi masyarakat tentang adanya home industri pembuatan senpira,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka menjual senpira tersebut masih di dalam Sumsel dengan cara dari mulut ke mulut. Untuk tersangka Sario yang telah menjual dua senpira, pihaknya masih menyelidiki kepada siapa senpira tersebut dijual.

“Untuk tersangka Z, dia mengaku menjual kepada salah satu tersangka curas yang beraksi di Muba. Akan kami kembangkan apakah ada tersangka lain yang menggunakan senjata buatan Z Kedua tersangka diancam dengan pasal 1 ayat (I) Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan kurungan penjara 10 tahun,” pungkasnya. Korankito.com/depe

AN