Terima Gratifikasi, Sekretaris PUBM Muratara Diciduk

Tersangka Ardiansyah (47) (baju hijau) dan barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Aparat Polda Sumsel. Foto/ist

Muratara- Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Musirawas Utara Ardiansyah (47) diringkus kepolisian Polda Sumsel dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di rumah makan Pagi-Sore, Kota Lubuklinggau, Selasa (14/11) sekitar pukul 18.00.

Selain Ardiansyah, dalam penggerebekan itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp64 juta, dua unit ponsel, CCTV, tas dan satu unit mobil dinas Kijang Inovva dengan nomor polisi (nopol) BG 1450 Q.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kompol Rudi Setiawan mengatakan, operasi yang dilakukan anggotanya karena terjadi tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan pipa PDAM yang diselenggarakan oleh instansi tempat tersangka bekerja.

“Ada potensi penyimpangan dalam proyek pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air minum di Kecamata Rawa Ulu, senilai Rp1,5 miliar. Pelaku diduga menerima hadiah dari kontraktor,” katanya saat  gelar perkara dan barang bukti, Rabu (15/11) siang.

Dijelaskan Rudi, kasus ini bukan suap. Melainkan pegawai negeri sipil (PNS) yang menerima hadiah atau gratifikasi. “Apapun alasannya, pejabat negara tidak boleh menerima hadiah dalam bentuk apapun,” tambah Rudi.

Ia mengatakan, pascaoperasi tangkap tangan tersebut, pihaknya sudah menahan Ardiansyah dan menetapkannya sebegai tersangka. “Untuk keterlibatan yang lain, baru akan kita kembangkan. Kita juga masih menyelidiki pihak yang memberi uang itu,” tuturnya.

Disamping itu, pihaknya juga akan memeriksa tersangka apakah tindakan pidananya atas perintah atasan atau inisitatid sendiri dan apakah uang tersebut akan disetorkan ke orang lain atau tidak.

Sedangkan untuk pasal. Tersangka akan dikenakan Pasal 11 dan 12 Huruf E UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2011 Tentang Pemeberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun.

Disisi lain, Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol AN Alamsyah mengungkapkan, penangkapan tersangka berawal dari tim saber pungli Polda Sumsel menerima pengaduan masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi.

Lantas, tim mendatangi lokasi terlebih dahulu dan menunggu tersangka datang untuk menerima hadiah atau gratifikasi.

“Jadikan semua ini pelajara bagi semuanya termasuk ASN, jangan meminta hadiah. Harus memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat tanpa ada meminta atau menekan. Perlu diketahui, tugas saber pungli dari perintah Presiden tidak ada pencabutan,” katanya.

Masih dikatakannya, tindakan tersangka yang menerima hadiah dari orang yang melakukan proyek tersebut merupakan tindakan yang melawan hukum. Oleh karena itu, tindakan penegakan hukum dapat dilakukan terhadapnya, dikarenakan ASN atau pejabat negara tidak diperbolehkan menerima hadiah dari manapun.

“Sekarang A sudah diamankan. Satu orang lainnya juga kita amankan untuk dimintai keterangan terkait kasus ini. Kedepan kita akan terus melakukan pengembangan terhadap orang-orang yang teribat,” tegas Alamsyah. Korankito.com/dhia/depe