Tekan Jumlah Gigi Berlubang Dengan Camilan Bernutrisi Seimbang

Pengecekan gigi dalam peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017 yang digelar oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Foto/ist

Palembang – Dalam peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017 yang rutin di gelar tiap tahunnya oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) serta pihak Pepsodent mengajak masyarakat dan keluarga Indonesia bebas dari gigi berlubang dengan memberikan camilan yang sehat dan berimbang kepada anak.

Dalam kegiatan pemeriksaan gigi gratis yang digelar di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Palembang dari 15 hingga 17 November ini, Ketua Program Studi Kedokteran Gigi Unsri, drg. Sri Wahyuningsih Rais, M.Kes Sp.Pros menjelaskan, pihaknya sangat menganjurkan pemilihan asupan camilan dengan makanan bertekstur seimbang yang berserat, berkadar air, berkalsium tinggi seperti produk susu dan turunnya.

“Sebab apa? kebanyakan camilan yang dikonsumsi anak di zaman sekarang ini rata-rata teksturnya lembut, sehingga anak kurang berlatih mengunyah sehingga menyebabkan air ludahnya tidak terangsang untuk keluar yang membuat mulut tidak dibersihkan secara alami. Sebab air ludah berfungsi sebagai pembersih alami dan menetralisasi keasamannya,” jelasnya, Rabu (15/11).

Menurut Sri, hal tersebut bisa menyebabkan munculnya karang gigi bahkan gigi berlubang. Untuk itu, ia berharap, edukasi yang diadakan terkait pentingnya memilih asupan camilan yang seimbang ini dapat diterima oleh masyarakat.

“Setiap tahunnya BKGN menjadi moment untuk mengingatkan keluarga Indonesia memeriksakan gigi acara rutin minimal 2 kali dalam setahun. Kami menyiapkan 180 tenaga medis dari seluruh dokter gigi di Sumsel, 120 bantuan dari mahasiswa kami agar dapat mengakomodir antusiasme masyarakat Palembang,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Division Head dor Health & Wellbeing and Peofessional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah menuturkan, pihaknya konsisten sejak 8 tahun belakangan ini menekan jumlah penderita gigi berlubang di Indonesia melalui BKGN.

“Setiap tahunnya kami selalu mengangkat tema untuk pesan edukatif kesehatan gigi yang berbeda. Nah, di tahun ini, BKGN mengusung tema “Merdeka dari Gigi Berlubang” dengan mengajak memeriksakan kesehatan gigi secara teratur serta memilih asupan camilan bertekstur dan bernutrisi seimbang yang merupakan komitmen kami dan memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia,” terangnya.

Mirah mengungkapkan, tema tersebut dipilih karena konsumsi camilan di Indonesia terindikasi mengalami peningkatan sebesar 4 persen setiap tahunnya. Dimana camilan manis dan lengket seperti cokelat, pastry, dan permen yang saat ini tengah dianggap kekinian dan sangat digemari oleh anak-anak bisa beresiko memunculkan permasalahan gigi berlubang.

“Terlalu banyak mengkonsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan gula, apalagi yang lengket itu dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Dimana saat mengkonsumsinya derajat keasaman mulut turun hingga dibawah pH kritis 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya. Bila terjadi terus menerus kondisi ini bisa menyebabkan hilangnya mineral (email) gigi, dan mengakibatkan gigi berlubang,” terangnya.Korankito.com/rika/ria