Pemukiman Warga di Area Persawahan Srijabo Butuh Listrik

salah satu kenampakan pemukiman warga di Desa Srijabo Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI). Foto/harry

Indralaya – KORKITSebanyak 200 an pemukiman warga yang tinggal di area persawahan Desa Srijabo Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI) membutuhkan penerangan dan aliran Listrik. Pasalnya, saat ditinjau di lapangan masih banyak warga yang menggunakan lampu serongkeng (lampu minyak) untuk menerangi rumahnya.

Kepala Desa Srijabo Herian mengaku, masih ada sebagian warganya yang belum tersentuh aliran listrik. “Sekitar  200 an rumah warga yang letaknya di kawasan persawahan Desa Serijabo belum ada aliran listriknya. Kami berharap sekali adanya layanan lampu penerangan dari pihak PLN,” ujarnya, Rabu (15/11).

Berita Sejenis

Ratusan Guru Honorer K2 Datangi DPRD OI

805 Anggota PBB OI Daftar ke KPU

1 daripada 2

Ia menambahkan, saat ini langkahnya sedang diupayakan usulan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, berupa layanan penerangan listrik tenaga surya dari dinas terkait. “Bersama warga kita ajukan proposal pengadaan PLTS untuk Desa Serijabo khususnya bagi warga yang belum tersentuh penerangan listrik kepada Bupati OI melalui dinas terkait,” katanya.

Senada, menurut sejumlah warga Srijabo mengungkapkan, bahwa ada ratusan rumah warga di Desa Serijabo lokasi persawahan yang berjarak lebih kurang 10 Km dari jalan lintas Indralaya-Kayuagung OKI. “Jalan yang biasa dilalui warga juga gelap dan rawan kejahatan, apabila malam sepi seperti tidak ada kehidupan, terpaksa pakai lampu senter jika ingin beraktivitas di waktu malam,” ujar Yamin ditemani warga serijabo lainnya.

Sementara itu, ditambahkan warga lainnya Fikri, jika ada jaringan listrik kemungkinan warga akan mengalami kesulitan untuk biaya pemasangan, yang katanya bisa mencapai hingga jutaan rupiah karena medannya sulit dijangkau jarak antar rumah warga.

“Warga disini masih miskin pak cuma sebagai tani padi panen sekali setahun, kami berharap kepada pemerintah untuk diperhatikan karena penerangan listrik sudah menjadi kebutuhan hidup warga sehari-hari,” katanya. korankito.com/Harry/ejak

AN